KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyiapkan 133 ton ikan beku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2026, sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Erawan Asikin di Ambon, Senin, mengatakan stok ikan yang tersimpan di fasilitas pendingin (coolstore) tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat lebih dari satu bulan ke depan.
“Stok ikan kita di coolstore saat ini sekitar 133 ton. Sementara kebutuhan pasar di Ambon rata-rata sekitar 4 ton per hari, sehingga secara hitungan matematis stok ini masih mencukupi hingga lebih dari satu bulan ke depan,” kata dia.
Ia menjelaskan, saat ini DKP juga gencar melakukan intervensi pasar dengan menjual ikan cakalang beku seharga Rp20 ribu per ekor, dengan berat bervariasi antara 1,1 hingga 1,8 kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga ikan ukuran besar di pasaran yang kini melonjak hingga Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per ekor.
Menurutnya, kenaikan harga ikan segar di sejumlah pasar tradisional dipengaruhi kondisi gelombang laut yang mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter, sehingga membatasi aktivitas melaut nelayan dan berdampak pada berkurangnya pasokan.
Dia mengatakan fluktuasi produksi dan harga ikan tersebut tidak terlepas dari pengaruh fenomena iklim global, seperti El Nino dan La Nina, yang berdampak langsung terhadap produktivitas perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 dan 715 Maluku.
“Jika terjadi El Nino itu menguatkan upwelling di Laut Banda dan sekitarnya. Proses ini meningkatkan suplai nutrien dari lapisan bawah ke permukaan, sehingga kadar klorofil meningkat dan populasi ikan juga lebih melimpah,” ujarnya.
Sebaliknya, jika terjadi fenomena La Nina yang menurunkan intensitas upwelling di sejumlah perairan Maluku, Dampaknya, suplai nutrien berkurang, kadar klorofil menurun, dan tangkapan nelayan ikut mengalami penurunan.
“Ketika La Nina, suplai klorofil berkurang, sehingga produksi ikan dari nelayan kita juga menurun. Bahkan harga ikan momar sempat naik karena pasokan terbatas,” kata dia.
“Persoalannya bukan pada ketersediaan, tetapi pada distribusi dan minat beli di lokasi penyimpanan. Karena itu kami lakukan intervensi langsung ke pasar agar ikan dari coolstore bisa terserap dan harga tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat hingga Lebaran tetap aman,” ujar dia (AN/KT)