Sekilas Info

Parkir Pararel Kembali Diberlakukan di Tiga Ruas Jalan

Robby Sapulette

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Pekan depan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon akan memberlakukan lagi sistem parkir pararel . Ada tiga lokasi yang dipilih, yaitu ruas jalan di Kota Ambon yaitu Jalan A M Sangadji, ruas Jalan D I Ponegoro dan di ruas Jalan Pattimura.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette kepada wartawan di kantonrnya, Rabu (21/8), mengatakan, dalam rangka melakukan penertiban bagi ruang perpakiran di Kota Ambon, Dishub Kota Ambon akan memberlakukan sistem parkir pararel dari sistem parkir serong di sejumlah ruas jalan di daerah ini.

“Diantaranya ruas jalan A M.Sangadji, ruas Jalan D I Ponegoro dan di ruas Jalan Pattimura.Tiga ruas jalan ini sistem parkirnya masih dengan sistem serong. Dalam waktu dekat kalau bisa minggu depan kita sudah merubah menjadi sistem parkir pararel. Kenapa?, apalagi di ruas Jalan D I Ponegoro itu dua arah, sisi kiri itu parkir sepeda motor , sisi kanan parkir roda empat,”kata Sapulette.

Oleh karena itu, kata Sapulette, demi efektifnya perpakiran di jalan tersebut maka pihaknya akan merubah dengan sistem parkir pararel.”Tentunya yang mesti kita akan rubah marka, sehingga nanti ada marka tambahan yang dari marka serong kita ubah ke marka pararel,”katanya.

Untuk perubahan sistem pararel ini, akui Sapulettte, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dishub Provinsi Maluku juga dan aparat keamanan untuk memback-up dishub dalam rangka implementasi dari pada parkir serong ke pararel.

“Bahkan kita sosialisasi juga dan disampaikan lewat pers hari ini untuk disampaikan ke publik tentang perubahan mekanisme parkir dari parkir serong ke parkir pararel. Nanti juga diinformasikan oleh Diskominfo Kota Ambon. Dilokasi itupun akan tempatkan personil perhubungan dan pihak keamanan untuk mengarahkan karena juga belum ada marka jalan untuk parkir pararel,”sambung Sapulette.

Selain itu pihaknya telah menyiapkan surat keputusan (SK) walikota, akui Sapulette, terkait dengan tarif karena pada awalnya sebelum diberlakukan parkir pararel, tarifnya masih menggunakan tarif umum yakni Rp 3.000,- yang akan diubah menjadi parkir jam-jaman. Artinya parkir jam-jaman itu tarif parkir dengan jam pertama Rp 5.000,- tiap kenaikan satu jam itu akan bertambah Rp 2.500,-.

“Tarif kenaikan ini bukan semat-mata, pemerintah kota mengejar pendapatan asli daerah (PAD) tetapi ini sebagai edukasi kepada masyarakat supaya dalam pemanfaatan ruang parkir harus efektif, “jelas Sapulette.

Kalau menurutnya, jika pihaknya hanya memberikan tarif dari pagi sampai petang tarif parkir tetap Rp 3.000,- berarti akan terjadi monopoli perpakiran. Oleh karena itu, pihaknya akan membuat regulasi dan aspek manajemennya.”Sehingga kalau masyarakat mau parkira kendaraan lama di situ maka konsekusensinya tarif parkir akan dibebankan kepada mereka,”tandas Sapulette. (MG2)

Penulis:

Baca Juga