Sekilas Info

23 ABK Mina Sejati Hilang Tanpa Bekas

FOTO: ISTEVAKUASI ABK: Delapan ABK dan nahkoda KM Mina Sejati tiba di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Mereka tiba dengan KRI Teluk Lada-521, Selasa (20/8).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Dari 36 Anak Buah Kapal (ABK) KM Mina Sejati, yang diduga terlibat pertikaian di dalam kapal naas itu, 11 diantaranya ditemukan selamat dan 2 tewas. Sisanya, hingga kini menghilang tanpa bekas. 

11 ABK selamat dievakuasi KRI Teluk Lada-521 dan KM Gemilang Samudra. 8 orang tiba menggunakan KRI di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (20/8). Sementara 5 lainnya, termasuk 2 jenasah diantaranya dalam perjalanan menggunakan KM Gemilang Samudra. 

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Aru Letkol Laut (P) Sahatro Silaban M.Tr.Hanla, mengatakan, KRI Teluk Lada berhasil mengevakuasi ABK KM Mina Sejati yang terlibat perkelahian sesama ABK. 

Pertikaian sesama ABK KM Mina Sejati itu, menyebabkan sebanyak 13 ABK menyelamatkan diri dengan cara terjun ke laut. 2 diantaranya ditemukan meninggal dunia, dan 11 orang selamat ditolong KM Gemilang Samudera yang berada di sekitar lokasi kejadian, perairan laut kepulauan Aru. 

“Proses evakuasi ABK KM Mina Sejati dilaksanakan pada Senin (19/8) dari KM Gemilang Samudera ke KRI Teluk Lada untuk mendapat pertolongan intensif lebih lanjut. Yang dipindahkan ke KRI Teluk Lada 8 orang termasuk Nakhoda,” kata Silaban kepada Kabar Timur, Rabu (21/8). 

Untuk 3 orang korban selamat dan 2 jenasah ABK lainnya dievakuasi KM KM Gemilang Samudera menuju Dobo. “Rencananya 3 ABK selamat dan 2 jenazah yang saat ini masih berada di KM Gemilang Samudera, akan tiba di dermaga Dobo, pada hari ini Rabu (21/8),” katanya.

Silaban menjelaskan, sebelum pelaksanaan evakuasi ABK yang selamat, anggota TNI AL telah berhasil masuk ke dalam KM Mina Sejati. Tim kemudian memeriksa seluruh ruangan kapal, mulai dari haluan hingga anjungan. Namun saat itu tidak ditemukan ABK yang lain. 

Karena tidak menemukan ABK lain, pihaknya kemudian mengevakuasi sejumlah korban dari KM Gemilang Samudra. Sebanyak 8 ABK yang diangkut bersama KRI Teluk Lada kemudian kembali ke Dobo.

Setibanya di Dobo, 8 korban selamat itu kemudian diserahkan oleh Komandan KRI Teluk Lada–521 Letkol Laut (P) Gunawan Hutauruk. Pihaknya, lanjut Silaban, kemudian bekerjasama dengan instansi terkait langsung melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan. 

Selain itu, penyidik Lanal Aru juga melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap para ABK KM Mina Sejati tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab sehingga perkelahian itu terjadi. 

“Hingga saat ini TNI AL masih melakukan pendalaman terkait dengan kemungkinan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh ABK KM Mina Sejati,” terangnya. 

Menurutnya, jika hasil pemeriksaan ditemukan adanya unsur yang terkait dengan tindak pidana umum, maka pihaknya akan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada penyidik Polres Kepulauan Aru.

Informasi lain yang diterima Kabar Timur mengungkapkan, 8 ABK selamat yang tiba menggunakan KRI Teluk Lada yaitu Wisen Harmoko ( Nahkoda), Wawan Siswanto, Angger Bahari, Sopari, Rachmat Age, M. Ridwan, Slamet dan Karmudi. 

Selain mereka, terdapat 3 korban selamat masih dalam perjalanan menggunakan KM Samudra Gemilang. Diantaranya Kiswanto, Mahendra, dan Hendra. 2 lainnya yang berada di atas kapal itu adalah jenasah korban tewas yaitu Waridin dan Masrohin. 

“Kalau ABK lainnya hingga kemarin belum diketahui nasib mereka termasuk tiga orang pelaku yaitu Nurul Huda (Masinis), Ferry Dwi Lesmana, dan Qersim Ibnu Malik,” tambah Sumber yang enggan menggunakan identitasnya. 

Sementara itu, Kepala Polres Kepulauan Aru Adolf Bormasa mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait penanganan kasus pertikaian ABK KM Mina Sejati. Sebab, 8 ABK tersebut masih diperiksa tim penyidik Lanal Aru. “Nanti kalau mereka sudah diserahkan ke kami, baru saya berikan komentar,” kata Kapolres Aru kepada Kabar Timur, kemarin. (CR1)

Penulis:

Baca Juga