AMBON – Pemerintah Daerah Provinsi Maluku masih melakukan kajian menentukan rute pengoperasian kapal fery Bahtera Nusantara 2 yang memiliki bobot 1.500 GT bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI.
Apalagi, kapal fery tersebut menjadi kapal fery dengan ukuran terbesar yang pernah diperoleh Pemda Maluku. “Rute sementara diskusikan, karena memang cukup besar ferrinya,”ungkap Kepala Dinas perhubungan Maluku, Johanes Frans Papilaya kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Jumat (9/8).
Diakuinya, dengan menilik kondisi geografis Maluku, kapal fery tersebut dibutuhkan untuk semua wilayah. Hanya saja, melalui kajian barulah ditetapkan rute mana yang bakal ditetapkan agar tidak mubazir dalam pengoperasiannya.
“Semua lokasi (membutuhkan) karena kita perairan, semua tempat membutuhkan, tapi kita akan lihat, kira-kira mana yang paling membutuhkan untuk prioritas, supaya saat dioperasikan tidak mubazir, kita akan mengkaji dengan baik,”sambungnya.



























