Sekilas Info

Terdakwa Togel Divonis, Diminta Bandar Diproses

Ilustrasi

AMBON - Dua terdakwanya ibu-ibu, jadi bukan saja Jamania alias Caca Ja (30) tapi ada juga Yosina Sinay (40) yang sudah divonis majelis hakim karena judi togel yang bandarnya terungkap di persidangan adalah Bos Noh alias Haji Noh. Yosina divonis 1 tahun 6 bulan, Jamania belum, tapi kuasa hukum menuntut keadilan mengapa polisi tidak ikut menjadikan Haji Noh tersangka.

“Di setiap persidangan semua saksi bilang hanya Haji Noh, seng ada orang lain. Makanya klien kami pertanyakan kenapa polisi seng ikut proses Haji Noh?,” ujar Dominggus Huliselan SH kepada Kabar Timur di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (8/8).

Menurut Huliselan, kliennya menuntut keadilan, karena di setiap persidangan terungkap peran Noh sebagai bandar besar kupon putih ini. Yang disesalkan, polisi tidak menjerat yang bersangkutan sebagai tersangka lain di perkara judi ini.

“Faktanya ada, khan dari keterangan terdakwa di persidangan, yang bersangkutan dipanggil Haji Noh ke rumahnya untuk ambil kupon itu, sebelum ditangkap,” kata Huliselan.

Peran Haji Noh, yang disebut-sebut sebagai bandar togel di Kota Ambon bahkan sampai Provinsi Papua bukan saja terungkap di persidangan Ny Yosina Sinay, tapi juga diungkap oleh para saksi dalam tiga kali persidangan dengan terdakwa Ny Jamania alias Caca Ja.

 “Yang ditangkap dan dibawa di persidangan hanya pelaku pelaku togel kelas teri, penjual kupon. Sedangkan bandar besarnya seperti Haji Noh tak pernah tersentuh Hukum,” ujar Aflred Tututapary SH terpisah.

Penasehat hukum Ny Jamania alias Caca Ja ini menyatakan hal itu sesuai fakta persidangan perkara nomor 117/Pid.B/2019/PN Amb di Pengadilan Negeri Ambon dengan terdakwa Ny Jamania alias Caca Ja. Yang mana dalam keterangan terdakwa di hadapan persidangan, dia juga mengungkap kalau kupon putih itu diperoleh dari Haji Noh alias Bos No.

Sebagai penasehat Hukum dari kliennya, kata Alfred, pihaknya menantang Kapolda Maluku, serius menindak para pelaku Judi Togel di Kota Ambon. Bukan hanya penjual tapi juga para bandarnnya. “Polisi yang adalah penegak hukum yang dalam penegakan hukum tak boleh tebang pilih,” tandasnya.

Di persidangan sebelumnya dengan terdakwa lain yakni, Aristoteles Tentua alias Aris, sidang dipimpin Hakim Jeany Tulak SH.MHum, salah satu saksi polisi mengaku, jika bandar dari terdakwa agen Aristoteles Tentua adalah Haji Noh alias Bos No.

Namun saksi ini mengaku, sudah dilakukan  pengembangan kasus, hanya saja Haji Noh tidak di tempat. “Saat penangkapan agen ini, sudah dilakukan pengembangan untuk memanggil Bos Noh tapi Bos Noh sedang berada di Propinsi Papua,” ungkap salah satu saksi polisi tersebut. (KTA)

Penulis:

Baca Juga