AMBON – Disebut tak ikut pra Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Provinsi Papua, pengurus Taekwondo Indonesia Maluku, protes ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku.
Ketua Taekwondo Indonesia Maluku, Hengki Pelata mengaku, pihaknya menyayangkan KONI, tidak menyertakan cabang olah raga Taekwondo dan sejumlah cabor lainnya. ‘’Kita akan tanyakan ke KONI. Atlit kita sudah siap. Kita baru tahu kalau Taekwondo tidak disertakan dalam Pra PON,’’kata Pelata ketika menghubungi Kabar Timur, kemarin.
Dia mengaku, pihaknya baru saja menggelar musyawarah Taekwondo Indonesia Maluku, pekan kemarin. ‘’Memang kita sementara konsolidasi internal. Ini kerinduan atlit yang kita harus jawab agar mereka ikut berlaga di iven nasional sekelas PON. Makanya, kami bingung kalau Taekwondi tidak masuk,’’terangnya.
Soal alokasi anggaran terbatas, sehingga cabor lainya tidak disertakan termasuk Taekwondo, dia mengaku, pihaknya akan berkordinasi dengan KONI secepatnya, agar ada solusi sehingga Taekwondo ikut disertakan dalam pra PON. ‘’Kita belum dapat surat dari KONI. Kita akan bangun komunikasi dengan KONI. Kita protes kalau tidak ikut PON,’’tegasnya.
Tak hanya itu, dia berharap,Pemerintah Provinsi Maluku, menggelontorkan anggaran sesuai cabor yang ada termasuk Taekwondo,sehingga ikut berlaga mengharumkan nama Maluku, dikancah nasional.
‘’Masak Pemprov mengabaikan keinginan para atlit ikut berlaga. Ini iven nasional yang mesti diprioritaskan. Taekwondo sangat berkepentingan ikut PON, karena kita siap secara prestasi’’harapnya.
Apalagi, ingat dia, cabor Taekwondo, secara zonasi akan mengikuti pra PON, Papua di Tangerang Banteng, dalam waktu dekat.’’Atlit kita sudah siap tempur,’’sebutnya.
Lantas, hingga waktunya cabor Taekwondo, tidak diikutkan karena keterbatasan anggaran, calon anggota DPRD Maluku, terpilih dari daerah pemilihan Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar dari partai Hanura ini, menegaskan, pihaknya akan mencari solusi.’’Kita akan mengambil langkah-langkah strategis agar Taekwondo disertakan,’’katanya.
Sebagaimana diberitakan Kabar Timur, sebelumnya pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2019 di Provinsi Papua telah bergulir sejak Juni 2019 dan selesai Desember mendatang. Dari sejumlah cabang olahraga yang dilombakan, Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku hanya mewakilkan sejumlah atlet Maluku dari cabang olahraga unggulan.
Alasan atlet untuk semua cabang olahraga tidak bisa diikutsertakan karena anggaran yang dimiliki KONI Maluku kecil. “Kami kesulitan anggaran pembinaan dan anggaran mengikuti pra PON di Papua. Makanya, atlet yang baru kami kirim ke Papua hanya atlet cabang olahraga unggulan yakni atlet tenis lapangan dan atletik. Sementara atlet lainnya belum,” kata Ketua Harian KONI Maluku, Agus Lomo kepada Kabar Timur di Ambon, kemarin.
Dia mengatakan, sampai saat ini, pemenuhan kebutuhan anggaran untuk cabang olahraga yang akan dihadapi di pra PON nanti masih jadi kendala. Untuk keluar dari masalah itu, KONI Maluku mengajukan permohonan bantuan anggaran sebesar Rp 10 miliar ke Pemerintah Maluku untuk semua cabang olahraga.



























