Sekilas Info

Pembunuh Isteri di Aboru Dijebloskan ke Rutan Ambon

istILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon melakukan penahanan terhadap suami pembunuh isteri di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Pelaku berinisial MU ini ditahan di Rutan Kelas II  Ambon, desa Waiheru Kecamatan Baguala menyusul berkas perkara dan barang buktinya diserahkan penyidik ke Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari, Senin (5/8).

“Benar telah dilakukan penyerahan tahap II masus pembunuhan istri di Aboru dari penyidik Reskrim Polres ke JPU. Tersangkanya juga sudah kami bawa ke Rutan Klas  II A Ambon,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Ambon Achmad  Attamimy kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Dijelaskan, penahanan terhadap tersangka perkara dugaan pembunuhan yang dipicu miras itu di Rutan Waiheru selama 20 hari oleh jaksa penuntut sambil menyelesaikan berkas dakwaan tersangka. “Berkas dakwaannya harus dirampungkan dulu, baru selanjutnya perkara dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Attamimy.

Sesuai informasi yang diperoleh, peristiwa pidana ini terjadi Selasa (16/4) sekitar pukul 01.30 WIT dini hari. Namun yang bersangkutan akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Pulau Haruku sore besok harinya setelah membunuh sang isteri, inisial UC dengan sepotong pipa. 

Sumber Polsek Pulau Haruku menyebutkan sesuai keterangan anak korban yang berinisial  YU saat setelah pelaku sampai di rumah dengan kondisi mabuk, dia mendengar cek cok mulut antara korban dan pelaku. Saat cekcok terjadi pelaku memukul korban dengan kepalan tangan.

Tak mampu menghadapi pelaku, korban berlari menuju dapur untuk keluar lewat pintu belakang. Ini membuat pelaku makin beringas, dia lalu meraih sepotong pipa besi dan langsung memukul kepala korban hingga jatuh.

YU yang melihat kondisi ibunya yang tergeletak bersimbah darah kemudian berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga kampung. Mendengar teriakan pelaku warga datang, dan mendapati korban tengah terduduk di kursi, sementara pelaku telah kabur.

Sekitar pukul 02.30 WIT, warga membawa korban menuju pelabuhan speed boat Aboru dan selanjutnya menuju RSUD Tulehu. Sayang nyawa UC tidak mampu diselamatkan pihak rumah sakit.

Keesokan harinya, MU menyerahkan diri ke Polsek Pulau Haruku. Setelah diproses yang bersangkutan diamankan ke Polres Ambon untuk diproses lanjut. Hingga berita ini naik cetak, belum terungkap motif di balik tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut. (KTA)

Penulis:

Baca Juga