Sekilas Info

Walikota Diingatkan Tak Hanya Kasih Uang Jajan

Richard Lohenapessy

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Keinginan kuat Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengalokasikan anggaran bagi para siswa miskin uang jajan di sekolah diapresiasi warga kota.

Hanya saja, diingatkan agar tak hanya fokus berikan uang jajan, namun semangat meningkatkan mutu pendidikan siswa diutamakan. ‘’Niat pak Walikota bantu siswa dari keluarga kurang mampu ini bagus dan patut dihargai,’’kata salah satu warga Kota Ambon, Nikson Albertus, kepada Kabar Timur, kemarin.

Dia mengaku, kebijakan Louhenapessy menunjukan perhatian dan upaya serius Walikota memperbaiki mutu pendidikan di Kota Ambon. ‘’Persoalannya apakah memberi bantuan uang jajan siswa akan turut menunjang perbaikan mutu pendidikan kota Ambon?,’’tanya dia.

Albertus berharap, pemberian bantuan lebih berharga, apabila bantuan yang diberikan tepat. ‘’Rasanya bantuan itu akan lebih berguna dan berharga ketika bantuannya tepat-guna, dan dapat bermanfaat langsung meningkatkan prestasi belajar murid,’’jelasnya.

Tak hanya itu, dia berharap, ada alokasi anggaran  bimbingan belajar, les tambahan, pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi, menyediakan bus sekolah, peningkatan kompetensi guru, melengkapi sarana belajar seperti laboratorium, sarana olahraga, dan lain-lain.’’Saya kira, sejumlah bantuan bagi siswa yang saya sebutkan tepat guna,’’harapnya.

Terpisah, salah satu elemen pemuda Kota Ambon, Fagi, ikut menyambut baik keinginan Louhenapessy memberikan uang jajan bagi para siswa dari keluarga miskin.’’Bantuan seperti ini tentu akan berdampak langsung meningkatkan prestasi belajar para siswa,’’kata Fagi kepada Kabar Timur, kemarin.

Menurut dia, niat  Walikota Ambon, membantu siswa dari keluarga kurang mampu ini harus kita sambut dan diberi masukan positif. ‘’Apalagi, ditengah keterbatasan APBD Kota Ambon,  yang terbatas (kecil) itu dapat bermanfaat sebesar besarnya bagi warga kota Ambon,’’sebut dia.

Sebagaimana diberitakan kabar Timur, Sabtu (2/8,sering terjadi kesenjangan sosial di sekolah, antara siswa miskin dan siswa kaya, soal urusan jajan di sekolah. Karenanya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan anggaran bagi para siswa  miskin di Kota Ambon, dapat  uang saku untuk jajan di sekolah.

Menurut orang pertama di Kota Ambon ini, selama ini ada kesenjangan sosial antara siswa  dari orang tua  tidak mampu dengan siswa dari orang tua yang mampu ketika jajan di sekolah.’’Saya sering mengunjungi SD dan SMP. Sering saya dapati seperti itu. Ada perbedaan,’’kata Louhenapessy dalam sambutanya pada kegiatan Karnaval budaya di Ambon City Center, kemarin.

Dia mencontohkan,  lihat  bel istirahat berbunyi, hanya siswa yang  orang tuanya ASN,  pejabat, pengusaha, pegawai swasta, anak anggota DPRD  menikmati jajanan yang dijual. ‘’Sementara anak lain yang dari latar belakang tidak mampu, hanya bisa melihat dan menonton saja. Ini, karena mereka tidak mampu membeli jajanan,” ungkap Louhenapessy.

Kondisi ini, kata Walikota, tentunya  akan memberikan dampak social  yang bisa dilimpahkan kepada orang tua ataupun pemerintah. “Makanya kita mesti  dorong itu, sehingga jika jam istirahat,  anak pejabat, anak ASN anak pengusaha dan pekerja lainnya makan permen, maka anak pemulung, anak tukang sampah, anak tukang ojek, anak kernet mobil dan lainnya juga menikmati hal yang sama dengan uang jajan dari pemerintah tersebut,”ucapnya.

Dia mengaku, Pemkot Ambon, akan mengalokasikan anggaran uang uang saku untuk jajan pada tahun ajaran 2020 hingga 2021 mendatang.“Uang saku anak sekolah itu akan difasilitasi oleh Pemkot Ambon dan dianggarkan pada APBD Kota Ambon,”jelasnya.

Louhenapessy menegaskan, kebijakan yang ditempuh oleh  Pemkot Ambon ini akan dikordinasikan  dengan DPRD Kota Ambon, agar  direalisasikan 2020 mendatang. ‘’Kita akan kordinasikan agar ada persetujuan,’’terangnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya masih mempertimbangkan besar uang jajan yang akan diberikan kepada pelajar tak mampu . “Kita berikan uang harian Rpv20 ribu atau Rp 30ribu untuk sebulan atau nilai lainnya. Ini akan kita matangkan jumlahnya.Bisa saja diberikan  dalam bentuk tabungan sehingga bisa dikontrol oleh guru di sekolah,”jelas Louhenapessy.

Tak hanya itu, menurut Louhenapessy, pihaknya  akan membuat regulasi atau indikator-indikator terkait siapa saja yang berhak mendapatkan uang saku.’’Jangan sampai ada anak ASN yang masuk dalam indikator ini juga. Di Ambon ini,  ketika ditanya siapa keluarganya misikin, maka jawabannya  tidak ada.Namun ketika disampaikan bahwa keluarga miskin itu akan mendapat bantuan, maka banyak sekali tangan yang teracung,”tutupnya. (KTM)

Penulis:

Baca Juga