Ini Capaian Pembangunan Pemkab Bursel

MARLON SAHETAPY/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM,NAMROLE - Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terus mengalami kemajuan seiring berjalannya waktu pasca menjadi daerah otonomi tahun 2008 silam.

DIBAWAH kepemimpinan Bupati Tagop Sudarsono Soulisa, berbagai program dan kegiatan dilakukan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, mulai menjawab kebutuhan masyarakat.

Buktinya berbagai capaian itu pembangunan telah ditorehkan tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui prioritas pembangunan pada berbagai sektor.

Dalam pidatonya pada rapat paripurna HUT Bursel ke-11 di gedung DPRD Bursel, bupati menyebutkan, sampai dengan tahun 2018 pelaksanaan pembangunan unit sekolah maupun rehabilitasi ruang kelas sebanyak 653  ruang. 

Terdiri dari TK 14 gedung, SD/MI 452  ruang, SMP/MTS 130 ruang, dan SMA/SMK/MA 36 ruang. Perpustakaan 13 ruang dan 8 ruang laboratorium. 

Peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana pendidikan yang memadai juga berdampak terhadap angka partisipasi sekolah, di mana tahun 2018 persentase angka partisipasi murni SD mencapai 96,86 persen. Sedangkan SMP 76,05 persen. “Sementara angka partisipasi kasar SD mencapai 109,31 persen dan SMP mencapai 85,50 persen,” sebut orang nomor satu di Bumi Fuka Bipolo itu, pekan kemarin. 

Jumlah guru pada 2018 sebanyak 1.036 orang. Meliputi guru SD/MI berjumlah 632 orang, guru SMP/MTS 212 orang dan guru SMA/MA/SMK 192 orang.

Bantuan siswa miskin bagi keluarga kurang mampu tahun 2018 diberikan kepada 4.257 siswa SD, dan 1.335 siswa SMP. 

Menurutnya, kebijakan-kebijakan di bidang pendidikan tersebut menunjukkan hasil yang positif bagi pertumbuhan indeks pembangunan manusia Bursel. Hal tersebut terlihat dalam indikator bidang pendidikan yang mengalami kenaikan, antara lain  harapan lama sekolah Bursel  pada 2018 meningkat menjadi 12,48 tahun. Rata-rata lama sekolah  pada tahun 2018 sebesar 7,42 tahun. 

Angka harapan hidup pada tahun 2018 sebesar 65,92 tahun. “Cakupan jaminan kesehatan  masyarakat pada tahun 2018 melalui program penerima bantuan iuran yang merupakan peserta kesehatan bagi fakir miskin baik yang bersumber dari APBN maupun APBD adalah 46.647 orang,” kata bupati Bursel dua periode ini.

Untuk sarana kesehatan, hingga tahun 2018, hampir tersebar di wilayah tersebut. Meliputi jumlah RSUD kabupaten 1 unit, Puskesmas 12 unit. Terdiri dari 4 unit Puskesmas rawat inap dan 8 unit Puskesmas non rawat inap.

“Jumlah pusling (kendaraan operasional) sebanyak 16 unit. Jumlah puskesmas pembantu sebanyak 36 unit. Jumlah apotik/toko obat sebanyak 5 unit,” rinci Soulisa.

Tenaga kesehatan tahun 2018, antara lain; dokter umum 12 orang, perawat /tenaga medis  309 orang, bidan 95 orang. “Peserta KB aktif Bursel pada 2018 mencapai 29,29 persen atau 3.857 pasangan. Jumlah penduduk di Bursel 2018 sebanyak 72.993 jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk dari tahun sebelumnya sebesar 4,36 persen,”jelasnya.

Tingkat kemiskinan dari 16,83 persen tahun 2017, turun menjadi 16,31 persen pada 2018 atau turun sebesar 0,52 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi cukup stabil, yaitu 6,11 persen. Peningkatan PDRB per kapita menjadi Rp 19,64 juta. Rata-rata pengeluaran penduduk atau kemampuan daya beli masyarakat saat ini, yang didekati dengan kebutuhan standar minimal untuk dapat hidup layak, yaitu Rp 7,3 juta.

Percepatan sektor riil dan pemberdayaan UMKM untuk mempermudah layanan kredit dari perbankan, melalui bank BRI dengan program kredit usaha rakyat pada pada 2018 telah merealisasikan Rp 13,2 miliar kepada 639 debitur yang tersebar di 39 desa pada 6 kecamatan di Bursel. Sementara itu, pembangunan jalan dengan total panjang jalan di Bursel sampai dengan tahun 2018 sepanjang 756,65 Km.

Terdiri dari jalan nasional 87 Km dengan kondisi baik 100 persen. Jalan provinsi 101,85 Km dengan kondisi baik 27,68 persen dan jalan kabupaten 465,95 KM dengan kondisi baik sebesar 56,00 persen.

Pembangunan jembatan kabupaten sampai tahun 2018 mencapai 1.015 meter. 

Bantuan stimulan perumahan swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah beserta prasarana dan sarana utilitas umum. Tahun 2018 penerima BSPS sebanyak 589 kepla keluarga.

Sampai dengan tahun 2018 penduduk Bursel telah memiliki akses air minum yang layak mencapai 79,46 persen dan penduduk yang memiliki akses sanitasi layak 42,54 persen. 

Bupati mengungkapkan, Pemkab Bursel dalam kurun waktu 5  tahun terakhir, telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, baik tingkat nasional maupun tingkat provinsi Maluku.

Antara lain penghargaan Adi Karya Pangan Nusantara tahun 2014 dari Presiden Joko Widodo. Rekor MURI atas sajian jenis makanan terbanyak berbahan dasar lokal (hotong) tahun 2016. Penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award tahun 2017 dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Penghargaan kepada Pasar Kai Wait Namrole sebagai pasar tertib ukur dari Kementerian Perdagangan tahun 2017. Juara umum MTQ tingkat Provinsi Maluku ke-27 tahun 2017.

Berbagai capaian dan keberhasilan tersebut kata bupati, tentunya hanya dapat dicapai oleh kerja keras, keseriusan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Bursel. 

Namun demikian, diakui, berbagai capaian dan keberhasilan tersebut masih perlu ditingkatkan kembali, dan akan menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi permasalahan yang lebih kompleks di masa mendatang. 

“Terlebih berbagai capaian dan keberhasilan tersebut bukan merupakan tujuan utama, karena hasil akhir yang diharapkan adalah terwujudnya masyarakat kabupaten Buru Selatan yang mandiri, maju, adil, rukun, makmur dan sejahtera,” ujar bupati. (KTL)

Penulis:

Baca Juga