Sekilas Info

Kembalikan Kajayaan Maluku

EKSPOR TUNA: Ekspor perdana ikan tuna CV. Sumber Harta Laut Mas ke Thailand melalui Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (30/7).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Potensi sumber daya alam di Maluku kaya dan melimpah. Namun, potensi ini belum dikelola baik, padahal, daerah ini pernah jaya dengan potensi alamnya di masa lalu.

Selain  potensi perikanan, kehutanan, dan perkebunan Maluku, juga kaya rempah-rempah. Kini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bergerak, bersinergi kembalikan kejayaan untuk kemakmuran rakyat. 

Selain Gubernur Maluku, Murad Ismail,  Komisi IV DPR RI tengah berada diKota Ambon untuk melakukan pengawasan memaksimalkan potensi diberbagai sektor sesuai kemitraan komisi. “Kejayaan Maluku masa lalu diberbagai sektor saatnya dikembalikan,”kata ketua tim komisi IV DPR, Michael Wattimena kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Wakil ketua komisi IV ini mengaku, pihaknya baru saja mengunjungi balai Karantina di cargo bandara Pattimura Ambon, melihat langsung eksport Kepiting dari Maluku, mengunjungi program rehabilitasi Pala di Dusun Taeno, Desa Poka.

Di Pelabuhan Yos Sudarso, kata dia, melihat langsung eksport  Ikan Tuna, peninjauan lokasi program persemaian pembantu di Desa Nania, Restoking puluhan ribu anakan ikan di LantamalIX Ambon, peninjauan toilet gantung di pasar Mardika dan gudang Bulog di Desa galala.

Dia mengaku, selama  ini Maluku  tidak pernah mengekspor potensi perikanan di manca negara. “Sebagai anak Maluku duduk di DPR kami merasa gembira. Ini merupakan satu kegiatan yang selama ini didambakan terwujud,’’terangnya.

Apalagi, sebut wakil rakyat dari Partai Demokrat dapil Papua ini, selama ini pelabuhan Yos Sudarso, hanya beraktivitas untuk penumpang. Selama ini, tidak pernah ada ekspor ikan ke mancanagara dari pelabuhan tersebut.’’Ini preseden baik untuk kembangkan potensi di perairan  Maluku,’’sebutnya.

Putra Desa Itawaka, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah ini mengaku, luas laut di Maluku 92,4 persen .’’Potensi laut ini mesti dikelola secara baik untuk kemakmuran rakyat,’’ingatnya.

Dia mengaku, selama ini potensi perikanan ketika diekspor selalu dilakukan di pelabuhan luar Kota Ambon.’’Ekspor ikan Tuna,25 ton  perdana ke Thailand  dan sejumlah negara tujuan, kami apresiasi dan bangga. Selama ini eksport dilakukan di pelabuhan luar Maluku,’’ tandasnya.

Wattimena menuturkan, ketika bersama mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto berkunjung di Amerika, banyak pegusaha mengaku, mendapat pasokan ikan dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

‘’Ketika Menteri Keluatan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memerintahkan kapal pencuri ikan ditembak dan ditenggelamkan, para pengusaha Amerika sadar kalau pasokan ikan selama ini dari hasil curian. Mereka kini tahu ikan yang dipasok dari Indonesia termasuk Maluku,’’paparnya.

Tak hanya itu, pihaknya bersama KKP melakukan restoking dengan melepas puluhan ribu anakan ikan dari berbagai jenis.’’Ini bagian dari program KKP menabur anakan ikan sekitar 1 juta anakan di teluk Ambon,secara bertahap’’jelasnya.

Pihaknya, menyambut baik sikap Komandan Lantamal IX Ambon, yang bersedia kegiatan restoking dilakukan di Lantamal.’’Awalnya, kita mau restoking di Pasar Mardika. Namun, laut di sekitar pasar, sudah tercemar kita alihkan ke Lantamal,’’sebutnya.

Menurut dia, jika benih ikan dilepas diteluk dalam Kota Ambon, potensi perikanan kedepan semakin baik.’’Ini berdampak baik bagi para nelayan dan masyarakat pesisir,’’tegasnya.

Soal komitmen pemerintah pusat mengembalikan kejayaan Maluku untuk  rempah-rempah, dia sangat setuju. Menurut dia, pihaknya sangat mendukung agar kejayaan rempah-rempah di Maluku dikembalikan.

‘’Kejayaan Maluku pada zaman kolonial potensi Cengkeh dan Pala, sehingga bangsa-bangsa di Eropa tertarik datang di Maluku. Nah, kita berkeinginan agar rempah-rempah menjadi primadona di Maluku,’’tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, jika melihat peta Indonesia, Maluku, hampir tidak kelihatan, bila dibandingkan dengan pulau besar lainya.’’Hari ini saya mau katakam bagi kita semua selama ini kontribusi Maluku, sangat berfaedah. Apalagi, Maluku termasuk  8 provinsi lainya ikut memerdekakan Indonesia, tapi belum dibangun secara maksimal,’’ingatnya.

Menurut dia, kejayaan  Maluku, bukan tahun 1945 lalu, tapi kejayaan Maluku berabad- abad lamanya. ‘’Kita harus  bangga jadi anak Maluku.  Dibalik kejayaan itu banyak hal yang kita perbaiki,’’sebutnya.

Karenanya, dia berharap, produksi Cengkih dan Pala kedepan mesti ditingkatkan.’’Jangan Pala satu hektar produksi 0,25 ton saja. Kita berharap, kedepan produksi pala dan cengkih diatas 1 ton per hektar. didaerah lain saja produksi pala dan cengkih diatas 1 ton,’’ingatnya.

Tujaunya, lanjut dia, agar kejayaan rempah-rempah asal Maluku, dikembalikan. ‘’Apalagi, saya datang dengan Dirjen Perkebunan. Banyak bantuan anakan Pala dan Cengkih. Mari kita sambut itu,’’harapnya.

Apalagi, ingat dia, ketemu para Dirjen, Direktur, pejabat esalon II, sangat sulit. ‘’Ini karena mereka punya kesibukan yang tinggi. Nah, ketika saya duduk di Komisi IV sejak dua tahun terakhir, saya sering berkunjung ke Maluku didampingi para Dirjen dan Direktur. saatnya menyampaikan aspirasi dan meminta bantuan sebanyaknya,’’kata Wattimena ketika berdialog dengan para petani di Dusun Taeno.

Selain rombongan komisi IV, sejumlah Dirjen dan Direktur Kementrian Pertanian dan Direktur Kementrian Perikanan dan Keluatan ikut dalam kunjungan komisi itu. (KTM)

Penulis:
Photographer: Ruzady Addis/Kabar Timur

Baca Juga