Sekilas Info

Polisi Gagalkan Penyelundupan Merkuri

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon, kembali berhasil mengamankan merkuri.

Bahan kimia beracun dan berbahaya (B3) ini diamankan saat akan diselundupkan melalui KM Ngapulu di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Sabtu (27/7).

Belum diketahui pasti kemana bahan kimia merkuri atau air raksa ini akan diselundupkan. Namun KM Ngapulu yang bersandar di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, rencananya akan bertolak ke Pelabuhan Baubau, Sulawessi Tenggara, Makassar, Sulawessi Selatan, Surabaya, Jawa Timur dan Jakarta.

Informasi yang diterima Kabar Timur, bahan kimia yang dipakai untuk mengolah material emas yang gagal diselundupkan itu disimpan di dalam tas pakaian. Terdapat dua tas berisi merkuri yang ditutup dengan pakaian.

Tas berisi merkuri diketahui setelah aparat Polsek KPYS mencurigainya. Tas ini dipikul buruh dari Koperasi TKBM diduga diduga milik Rivai Sanduan, seorang penumpang.

Sebelum aksi penyelundupan merkuri terbongkar, Rivai diketahui menghubungi seorang buruh pelabuhan. Dia menanyakan kedatangan kapal dan meminta buruh tersebut memikulnya naik ke atas kapal Pelni ini.

“Katanya ada empat tas. Dua tas sudah dinaikan ke atas kapal. Yang diamankan ini 2 tas,” kata Sumber Kabar Timur, Sabtu (27/7).

Dua tas yang diamankan setelah personel Polsek KPYS merasa curiga. Setelah dihentikan dan diperiksa, ternyata kecurigaan polisi benar. “Saat diperiksa ternyata tas itu ada merkuri. Beratnya berapa beta (saya) belum tahu,” tambahnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi, dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, maupun Polsek KPYS. “Nanti beta infokan ya,” ungkap Kapolsek KPYS AKP Teddy yang mengaku berada di luar daerah kepada Kabar Timur, kemarin. (CR1)

Penulis:

Baca Juga