Sekilas Info

Korupsi DAK Afirmasi Aru Masih Lidik

Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Polres Aru akhirnya buka suara melalui Humas Polda Maluku terkait penanganan kasus dugaan korupsi dana DAK Afirmasi tahun 2018.

Perkara korupsi yang diduga melibatkan Bupati Aru Johan Gonga itu masih dalam tahap penyelidikan. Belum satu pun saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohirat mengatakan,  perkara peralihan anggaran sebesar Rp 15 miliar lebih ini sedang diusut penyidik unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Aru.

Kendati membenarkan penanganan kasus tersebut, namun juru bicara Polda Maluku ini membantah jika perkara tersebut akan digelar perkara.

"Kasus tersebut sementara dilakukan penyelidikan oleh Polres Aru atau belum Sidik (belum naik tahap penyidikan)," kata Ohoirat membalas pesan Whatsapp Kabar Timur, Kamis (25/7).

Dia juga menepis sejumlah saksi telah diperiksa. "Masih lidik, (penyidik sedang) kumpul baket (bahan keterangan dan wawancara)," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Aru kabarnya sedang mengusut kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi tahun 2018 sebesar Rp 15.594.000.000.

Anggaran belasan miliar yang sesuai rencana membangun sejumlah infastruktur, gawenya Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru, ini tiba-tiba dialihfungsikan, diduga atas permintaan Bupati Aru.

Sesuai rencana, anggaran itu untuk pembangunan dermaga pelabuhan rakyat di Desa Jerol, pembangunan tambatan perahu Desa Jabulenga, pembangunan tambatan perahu Desa Warloy dan pembangunan tambatan perahu Desa Langhalau.

Empat pembangunan jembatan di wilayah itu memakan anggaran sebesar Rp 13.064.300.000. Dan pengadaan 3 unit mobil sebesar Rp 1.750.000.000 di Desa Longgar, Meror dan Wokam. Sementara anggaran penunjang lainnya sebesar Rp 779.700.000.

Di tengah perjalanananggaran tersebut diambil alih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Aru. Anggaran itu dialihkan untuk proyek jalan lingkar Pulau Wamar. Padahal, lelang untuk dermaga di Desa Jerol Kecamatan Aru Selatan, sudah berjalan.

“Dengan demikian telah terjadi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp600 juta,” kata sumber kepada Kabar Timur, kemarin. Untuk pembangunan jalan lingkar Pulau Wamar yang merupakan lokasi tempat wisata ini hanya menghabiskan anggaran sebesar kurang lebih Rp 13 miliar. “Lalu anggaran sisanya ke mana. Diduga telah dibagi-bagi dalam bentuk fee,” kata sumber menduga.

Peralihan anggaran itu, lanjut dia sesuai permintaan Bupati kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada 4 Januari 2018. Sebab, alasannya, anggaran infastruktur jalan di Aru minim. “Kan harus tunggu APBD perubahan dulu baru bisa dialihkan. Tapi ini langsung dialihkan untuk PU, tanpa ada perubahan APBD,” jelasnya.

Sumber yang enggan menggunakan namanya ini mengaku kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut telah ditangani penyidik Satreskrim Polres Kepulauan Aru. “Nanti cek saja di polisi. Infonya akan dilakukan gelar perkara. Beberapa saksi sudah diperiksa termasuk dari anggota DPRD. Mudah-mudahan Polres Aru bisa menuntaskan kasus ini,” harapnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga