Kementerian PUPR Didesak Perbaiki Jembatan Waikaka

JEMBATAN RUSAK: Kendaraan roda empat terparkir di kawasan jembatan Wainiri di Desa Tala, Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (28/6). Pasca rusaknya jembatan awal Juni lalu, mobil tidak bisa melintas

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - DPRD kabupaten Maluku Tengah mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menangani jembatan Waikaka.

Jembatan yang berada di desa Tala, Kecamatan Alamatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ini rusak akibat luapan banjir 6 Juni 2019.

Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Demmy Hattu mengatakan, desakan itu sudah disampaikan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta pada awal pekan ini. “Kami menyampaikan desakan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, dihadiri Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara, Chris Lesmono,” ujarnya, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan itu mengemukakan, telah terjadi kesepakatan agar jembatan Waikaka segera ditangani karena strategis mendukung kelancaran akses trans Seram yang menghubungkan kabupaten Seram Bagian Barat-Maluku Tengah-Seram Bagian Timur.

Namun pembenahan akan dilakukan menunggu luapan banjir surut karena intensitas hujan diprakirakan BMKG masih berlangsung hingga Agustus mendatang. Karena itu, penanganan saat ini adalah memasang jembatan belly agar akses jalan trans Seram lancar, kendati bus besar, truk pengangkut bahan pokok masyarakat maupun material serta BBM dilarang untuk sementara waktu.

Jembatan belly yang akan dipasang di Waikaka telah diangkut dari desa Naku Pia, kabupaten Maluku Tengah.

DPRD Maluku Tengah juga memperjuangkan tujuh jembatan lainnya di akses jalan trans Seram yang akibat luapan banjir mengalami penurunan. “Abutment Jembatan mengalami penurunan karena tidak memasang tiang pancang sehingga bila terjadi luapan banjir, maka mengganggu aktivitas transportasi darat,” ujar Demmy. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga