Sekilas Info

Hari Ini Gubernur Lepas JCH Maluku

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Gubernur Murad Ismail akan melepas 1.259 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Maluku. Pelepasan berlangsung di lantai 4 Asrama Haji Waiheru, Kota Ambon, hari ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad mengungkapkan, setelah acara pelepasan, JCH diberangkatkan menuju embarkasi Makassar, Sulawessi Selatan, 14- 15 Juli.

“Selama satu hari di Makassar akan diberangkatkan menuju Madinah tanggal 15 sampai 16 Juli 2019. Insya Allah mereka akan kembali ke Maluku 26 dan 27 Agustus 2019 menggunakan pesawat Garuda Indonesia,” kata Fesal kepada Kabar Timur, tadi malam.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 109 tahun 2018 tentang Kuota Haji Indonesia pada 28 Februari 2018, kata Fesal, Maluku mendapatkan kuota sebesar 1.090 orang. Menyusul penambahan kuota 10.000 untuk seluruh Indonesia, kuota Maluku bertambah 182 orang. Total jumlah kuota Maluku menjadi 1.272 orang JCH reguler dan includ 8 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

“Dari kuota tersebut 10 JCH mutasi keluar Maluku dan 3 JCH mutasi masuk. Meninggal dunia 2 orang dari Seram Bagian Barat dan Kota Ambon. Sementara 3 JCH lainnya ditunda keberangkatan, tapi porsinya sudah terisi,” jelasnya.

JCH Maluku terdiri dari laki-laki 528 orang, perempuan 731 orang. JCH tertua dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bernama Suryanto Sentono. Kakek 99 tahun ini tergabung dalam kloter 14. Sedangkan Akbar Tanjung Longi adalah JCH termuda. Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini berusia 21 tahun tergabung dalam kloter 13.

Untuk akomodasi JCH Maluku, lanjut Fesal, terdiri dari tiga kloter seluruhnya menempati wilayah Syisyah 2.

Kloter 12 menempati Maktab 22. Sebanyak 224 orang JCH menginap di hotel Jauharat Al Hasyimiyah nomor 217, dan 231 orang JCH menempati hotel Al Hasan Al Hadel nomor 216.

Kloter 13 juga menempati Maktab 16. 455 orang JCH akan menempati Tayeb Hotel nomor 236. Kloter 14 juga menempati Maktab 13. Sebanyak 219 orang JCH menginap di hotel Rabiah Al Hijazi 11 nomor 207, dan hotel Rabiah Al Hijazi 12 nomor 206 berjumlah 236 orang JCH.

JCH Maluku terdiri dari Kota Ambon sebanyak 365 orang, Maluku Tengah 189 orang, Maluku Tenggara 97 orang, SBB 123 orang, Buru 118 orang, SBT 117 orang, Kepulauan Aru 66 orang, Tanimbar 11 orang, Kota Tual 122 orang, Buru Selatan 48 orang dan MBD 5 orang. “Untuk Kota Ambon, SBT, Tual masing-masing 1 orang JCH tunda berangkat. 1 JCH Kota Ambon meninggal dunia,” terangnya.

Menurutnya, tahun ini pemberangkatan JCH sangat efisien dan efektif, karena waktu persiapan dan keberangkatan hanya kurang lebih satu hari mengnginap sebelum berangkat ke embarkasi Makassar. Ini merupakan upaya peningkatan pelayanan, pembinaan dan perlindungan terhadap JCH di Maluku, sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan haji dan umrah.

“Saya berharap, para JCH dapat menjaga kesehatan agar bisa beribadah dengan baik, pintar membawa diri, jalankan pola hidup sehat, konsumsi makanan dengan teratur dan banyak minum air putih. Patuhilah segala peraturan yang ada, mengikuti petunjuk dan arahan dari ketua regu, ketua rombongan, ketua kloter serta petugas haji,” pintanya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga