Sekilas Info

Bangunan IAIN Rusak, Ini Rekomendasi Kementerian PUPR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PPPSDA) Kementerian PUPR melarang proyek perpustakan dan auditorium dilanjutkan atau dibangun di lokasi kampus IAIN Ambon.

Larangan membangun itu tertuang dalam rekomendasi PPPSDA. Rekomendasi ditandatangani Kepala PPPSDA, Prof Dr. Ir Eko Winar Irianto. Rektorat, konsultan pelaksana, dan pelaksana (kontraktor) agar tidak membangun kembali gedung perpustakaan dan gedung auditorium IAIN pada lokasi yang sama.

’’Namun apabila akan membangun kembali pada lokasi yang sama, harus dilakukan penyelidikan geotek secara komprehensip dan perlu dipastikan stabilitas lerengnya,’’ tulis Winar dalam rekomendasi yang salinannya dikantongi Kabar Timur, kemarin.

PPPSDA juga mendesak dilakukan pegangkatan (removal) gedung secara struktural yang sudah runtuh secara hati-hati menggunakan metode penghancuran yang tidak menimbulkan getaran ataupun impak. ‘’Penghancuran gedung ini bertujuan mengurangi beban pada bidang gelincir guna mengurangi potensi longsor susulan,’’ tandasnya.

PPPSDA mengingatkan, langkah mendesak dan atau darurat yang diperlukan, yakni menutup kawasan terdampak dari kegiatan atau aktivitas akademik dan manusia. ’’Kecuali untuk kegiatan yang terkait dengan penanggulangan bencana dengan senantiasa waspada akan potensi longsor susulan yang mungkin terjadi setiap saat, mengingat saat ini musim hujan,’’ ingatnya.

Tak hanya itu, diharapkan melakukan pengendalian aliran drainase kawasan agar tidak masuk ke zona longsor, dan segera menutup rekahan-rekahan yang terjadi pada sekitar longsor dan tempat lain dalam kawasan kampus dengan tanah liat dipadatkan dengan hati-hati secara manual atau tidak menggunakan alat berat guna menghindari beban berlebih dari alat berat tersebut.

Winar melanjutkan, agar tidak mengusik (mengangkat material longsoran) ujung bawah (toe) longsoran. ‘’Memasang mud flow bamer berupa sand bag di depan area auditorium untuk mencegah aliran air bercampur tanah saat hujan melimpas sampai di jalan,’’ sebutnya.

Memasang ekstensometer sederhana untuk memantau gerakan tanah sebagai upaya peringatan dini guna pencegahan terjadinya korban. ‘’Melakukan survei topografi detail dengan drone untuk mengetahui geometri wilayah terdampak terkini,’’ tegasnya.

Langkah antisipasi pelaksanaan pembangunan gedung perkuliahan IAIN, terang dia, segera memerintahkan kepada konsultan perencana dan kontraktor untuk memastikan bahwa tebing yang dipotong berikut kawasan di sekitarnya dalam kondisi stabil atau aman. ‘’Dan apabila diperlukan, maka pengaman tebing harus segera dibangun terlebih dahulu sebelum melaksanakan pekerjaan pondasi telapak. Memastian bahwa pelaksanaan pekerjaan galian tanah dan cutting tebing aman dengan menerapkan metode pelaksanaan yang tepat,’’ jelasnya.

Sedangkan, rekomendasi tindaklanjut pemulihan, kata Winar, mengevaluasi secara detail dan menyeluruh stabilitas lereng sekitar bukit kawasan kampus. Dia juga berharap, menganalisis curah hujan yang ada guna mencari curah hujan threshold dan akan terjadi sebagai upaya early warning. ‘’Melakukan asses kelayakan beberapa bangunan yang terindikasi terdampak dari longsor. Melakukan perkuatan tebing yang rawan longsor dengan upaya struktural membangun bangunan penahan tebing, maupun melakukan soilimprovement yang bisa berupa cement grouting, chemical grouting, atau jenis lainya. Penataan sistim drainase bawah permukaan (subsurface drainage),’’ paparnya.

Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Yermias mengapresiasi rekomendasi PPPSDA. Menurutnya, rekomendasi yang dikeluarkan PPPSDA melalui kajian dan proses yang matang. ’’Kita sangat mendukung rekomendasi PPSDA. Lembaga ini khusus membuat kajian dan mengeluarkan rekomendasi,’’ kata Yermias kepada Kabar Timur, kemarin.

Untuk itu, dia berharap, rektorat, konsultan pelaksana agar segera menataati rekomendasi PPPSDA. ’’Kondisi lereng dan bukit lokasi pembangunan dua gedung itu perlu dilakukan observasi dan tindaklanjut yang mendalam,’’ harap politisi Golkar ini.

Legislator dapil Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD ini juga berharap, tindaklanjut rekomendasi agar pihak rektorat, konsultan pelaksana serius melakukan pembangunan penahan tanah di tebing dan pembangunan teknologi drainase di permukaan dengan baik. ’’Intinya, bagaimana penataan fungsi drainase dengan baik. Apalagi, drainase di IAIN tidak bagus,’’ pungkasnya. (KTM)

Penulis:

Baca Juga