Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

ASN Koruptor Malteng Masih Digaji

badge-check


					Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal Perbesar

Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal

KABARTIMURNEWS.COM, MASOHI – Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal sepertinya “melanggengkan” praktik korupsi kolusi nepotisme di pemerintahannya. Bukan hanya tidak dipecat, ASN mantan narapidana korupsi juga masih menikmati gaji.

Progres pemerintahan Abua Tuasikal saat ini hanya apel ASN tiap pagi untuk memastikan mereka masuk kerja tepat waktu. Lain dari itu rata-rata masih rapor merah.

Rapor merah Abua, antara lain soal 18 aparatur sipil negara (ASN) mantan narapidana korupsi yang masih makan gaji. Kemudian, rekrutmen Sekda yang diwarnai isu pemalsuan tanda tangan pengusulan calon Sekda, tapi anehnyaSekda Malteng definitif, Rakib Sahubawa akhirnya diangkat.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Pukat Seram Fachri Assyatrie, yang menilai tidak efektifnya pemerintahan Abua karena kentalnya nepotisme. Sebut saja, para ASN yang berstatus narapidana, Abua diduga mengulur waktu pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH).

Dengan cara itu, para ASN terpidana korupsi ini masih menikmati gaji dan hak-hak yang lain. PDTH, kata dia, mungkin baru dilakukan Abua setelah dua per tiga masa hukuman dijalani para napi sebelum memperoleh pembebasan bersyarat dari penjara.

“Sampai masing-masing napi dapat pembebasan bersyarat. Kalau itu sudah, kan seng ada masalah lagi dipecat. Akibatnya seng ada efek jera,” ujar Fachry dihubungi Kabar Timur, Jumat (5/7).

Dugaan nepotisme di Pemkab Malteng kental, bukan saja terlihat dari kesan para koruptor yang terkesan dilindungi, tapi juga pada rekrutmen Sekda Malteng. Sekda yang baru, Rakib Sahubawa akhirnya ditunjuk, di tengah tidak adanya kejelasan hasil penyelidikan Komisi ASN (KASN) soal dugaan pemalsuan tanda tangan empat calon Sekda.

Dugaan pemalsuan tersebut dilaporkan ke KASN disertai bukti-bukti yang, menurutnya cukup kuat. Dan tak lama setelah laporan pihaknya, sebuah tim KASN diturunkan ke Masohi, ibukota Kabupaten Malteng melakukan investigasi.

Tapi sampai Sahubawa dilantik, seperti apa hasil investigasi itu, pihaknya sebagai pelapor tidak pernah diberitahu. Dia menduga, tim KASN tersebut bekerja tidak profesional. “Sepertinya tim KASN itu seng jelas. Padahal, indikasi pemalsuannya kuat,” kata Fachri.

LINDUNGI KORUPTOR

Sebelumnya diberitakan, kepala daerah yang lain, termasuk Gubernur Maluku sudah memecat secara tidak hormat ASN mantan narapidana korupsi.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku