Sekilas Info

DPC PDIP Ambon Tolak Keputusan Megawati

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pariera memukul tifa tanda dibukanya Konferda dan Konfercab PDIP Maluku di gedung Siwalima, Karang Panjang, Ambon, Senin (1/7). FOTO: rafsanjani ely/kabar timur

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menunjuk Gerald Mailoa sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Ambon periode 2019-2024, diprotes.

“Sebagian besar pengurus DPC PDIP Kota Ambon tidak terima jika Pak Mailoa ditetapkan sebagai ketua DPC PDIP Kota Ambon periode 2019-2024. Kami menentang keputusan ibu Megawati. Kami tidak terima putusan itu,” tegas Pengurus DPC Kota Ambon, Lenda Sapulette usai pembacaan surat keputusan penetapan Ketua DPC PDIP Kota Ambon di Konfercab PDIP yang digelar di Gedung Siwalima, Karang Panjang Ambon, Senin (1/7).

Dia mengatakan, aturannya, nama-nama yang diusulkan untuk ditetapkan menjadi ketua DPC berawal dari Pengurus Anak Cabang (PAC). Kemudian ditindaklanjuti oleh DPC ke DPD dan selanjutnya ke DPP untuk diputuskan.

Untuk Kota Ambon, nama Mailoa tidak masuk daftar usulan menjadi ketua DPC PDIP Kota Ambon. Anehnya, saat dibacakan “surat sakti” dari Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, nama Mailoa yang ditunjuk sebagai Ketua DPC PDIP Kota Ambon.

“Kalau prosesnya seperti itu, lalu untuk apa lagi DPC usulkan nama. Kan bisa saja ditunjuk langsung. Sekarang, nama yang diusulkan lain, tapi yang dibacakan lain,” protes Sapulette.

Menurutnya, Mailoa juga belum menduduki jabatan selama 15 tahun terakhir di partai berlambang banteng moncong putih ini. Tapi, kedekatannya dengan Ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae dinilai menguatkan Mailoa ditetapkan sebagai ketua DPC PDIP Ambon. “Ada mosi tidak percaya dari kita. Karena memang Pak Mailoa itu punya kedekatan dengan Pak Edwin. Bisa saja pak Edwin lindungi Pak Mailoa untuk rebut ketua DPC,” tukasnya.

Wakil Ketua Bidang Pariwisata Ekonomi Kreatif DPC PDIP Ambon itu juga mengaku, yang diakomodir untuk diusulkan ke DPP PDIP sebanyak lima nama. Tapi dua nama yang tidak diusulkan ditetapkan sebagai ketua dan bendahara.

“Ada lima orang. Siapa saja mereka, silahkan dicek di DPC. Yang pasti, Pak Mailoa dan Ibu Nikijuluw tidak ada dalam usulan nama itu. Tapi kok keduanya ditetapkan sebagai ketua dan bendahara DPC PDIP Kota Ambon,” herannya.

Sapulette menaljutkan, saat menjadi anggota DPRD Kota Ambon, Mailoa juga tidak pernah memberikan konstribusi signifikan bagi PDIP. Dia juga tidak pernah melakukan reses bersama PAC maupun DPC PDIP di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

“Saya 30 tahun di PDIP dan saya tahu pak Mailoa itu kayak gimana. Dia (Mailoa) tidak menunjukkan kinerja yang baik untuk PDIP. Dia juga tidak sekali pun melakukan reses dengan PAC PDIP di Nusaniwe. Lalu apa yang diharapkan jika Mailoa menjadi ketua DPC?,” tegas dia. (MG3)

Penulis:

Baca Juga