KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Leihitu diinformasikan rusak berat dan tak dapat dilalui kendaraan. Masyarakat di negeri-negeri kecamatan tersebut mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah daerah.
Tapi masalahnya tidak sampai di situ, sebab sarana transportasi juga terkait kamtibmas. Potensi konflik antar kampung menjadikan jalan dan jembatan sebagai sarana paling vital.
Di masa damai, akses jalan dan jembatan digunakan, itu juga kalau kedua sarana ini dalam kondisi normal. Tapi selama konflik, masyarakat desa seperti terjebak dan terisolir, apalagi di saat yang sama jalan dan jembatan ini rusak berat.
Menyikapi persoalan ini salah satu warga Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu, Faisal Soumena (40) meminta perhatian Gubernur Maluku maupun Bupati Maluku Tengah. Pasalnya, jembatan besar yang terletak di Desa Larike yang disebut warga setempat sebagai ‘jembatan gurita’ itu patah di bagian tengah sejak 5 hari pasca lebaran Idul Fitri lalu.



























