Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Akses Darat Pulau Seram Belum Normal

badge-check


					JEMBATAN RUSAK: Kendaraan roda empat terparkir di kawasan jembatan Wainiri di Desa Tala, Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (28/6). Pasca rusaknya jembatan awal Juni lalu, mobil tidak bisa melintas Perbesar

JEMBATAN RUSAK: Kendaraan roda empat terparkir di kawasan jembatan Wainiri di Desa Tala, Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (28/6). Pasca rusaknya jembatan awal Juni lalu, mobil tidak bisa melintas

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Akses transportasi darat yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram, masih belum normal.

Sebelumnya, tiga jembatan di wilayah Pulau Seram rusak parah diterjang banjir 6 Juni 2019. Tiga jembatan yang rusak akibat disapu aliran sungai saat hujan deras, yakni Jembatan Wai Kaputi di Desa Wasia Kecamatan Elpaputih, Jembatan Wainiri di Desa Tala, Kecamatan Amalatu, dan Jembatan Waikaka, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Setelah diperbaiki sementara dalam tanggap darurat oleh Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan wilayah Maluku-Maluku Utara, kendaraan kini dapat melintasi jembatan Wai Kaputi dan jembatan Waikaka. Namun berbeda dengan jembatan Wainiri di Desa Tala yang yang mengalami kemiringan hingga kini belum dapat dilintasi kendaraan roda empat.

Jembatan hanya dapat dilintasi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Belum normalnya akses transportasi darat, warga Maluku Tengah dan juga Seram Bagian Timur, maupun Seram Bagian Timur yang akan ke Ambon atau sebaliknya harus berganti mobil untuk menuju tempat tujuan saat tiba di jembatan Wainiri.

Hingga kemarin, Balai Jalan dan Jembatan belum juga membangun jembatan darurat agar dapat dilintasi kendaraan roda empat. Rusaknya jembatan dimanfaatkan warga setempat mengais rejeki dengan cara yang tidak wajar. Tiap mobil pribadi maupun mobil angkutan umum yang parkir tidak jauh dari jembatan dipaksa membayar Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per mobil. Meski diprotes pemilik mobil, pungutan liar ini tetap berlangsung tanpa ditindak tegas aparat keamanan yang disiagakan di lokasi jembatan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Polresta Ambon Kampanye Damai Jaga Situasi Kondusif

12 Januari 2026 - 00:15 WIT

Megakorupsi Rp 41,5 Miliar di PT Bipolo Gidin Bursel Tunggu “Ketuk Palu” BPK RI

8 Januari 2026 - 21:35 WIT

Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

8 Januari 2026 - 21:10 WIT

Trending di Maluku