Miris Wadir Poltek Ambon Diangkat Dengan “Undian”

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ini akibatnya kalau sebuah organisasi dikelola pejabat yang terpilih lewat undian, bukan karena kompetensi. Singkatnya, Fentje Salhuteru akhirnya menjabat Wakil Direktur II Politeknik (Poltek) Negeri Ambon, buntutnya, dia maupun Direktur Poltek diperiksa Komisi ASN Pusat.

“Pemeriksaan tanggal 18 Juni lalu. Ia, termasuk Pa Direktur, Pa Wadir II dan saya,” akui Humas Poltek Ambon, Jack Tentua dikonfirmasi Kabar Timur di ruang kerjanya, Rabu (26/7).

Tentua tak mengelak dikonfirmasi, kalau laporan salah satu ASN mantan Kasubag Keuangan Poltek Ny Elisabeth Watratan sebagai pemicu dua pemeriksa dari komisi itu datang melakukan pemeriksaan termasuk dirinya. Yakni laporan adanya roling jabatan kasubag keuangan Poltek Negeri Ambon. “Ia mungkin ibunya lapor,” terangnya.

Dalam laporan ke komisi, mantan Kasubag Keuangan Ny Elisabeth Watratan mengadukan perihal pencopotan dirinya oleh Wadir II Poltek tanpa mekanisme aturan ASN. Tapi Tentua mengaku tidak tahu apa saja yang diklarifikasikan ke Direktur dan Wadir II Poltek terkait laporan Elisabeth.

Pasalnya, pemeriksaan mereka oleh petugas dari KASN dalam BAP yang berbeda. Sementara klarifikasi terhadap dirinya hanya, ujar Tentua, adalah laporan mantan kasubag keuangan itu. Sedang soal adanya penarikan undian untuk posisi Wadir II yang digondol Fentje Salhuteru tidak ditanyakan kepada pihaknya. “Kalau undian? beta seng tau, khan masing-masing terlapor dengan dia punya pertanyaan,” imbuhnya.

Sumber Kabar Timur mengungkapkan, Wadir II Poltek Negeri Ambon Fentje Salhuteru setelah menang undian makin tak rasional mengeluarkan kebijakan. Termasuk mencopot Elisabeth dari posisi Kasubag.

Hanya saja, korban yang satu ini kritis melapor ke KASN Pusat. Apalagi dia merasa tidak pernah bermasalah dalam tugas dan fungsi selaku Kasubag Keuangan. Masih menurut sumber, mungkin lantaran merasa dewi fortuna berpihak kepadanya lewat menang undian, bukan aturan ASN Fentje lalu mulai bersikap tak rasional.

Faktanya, Ny Elisabeth melapor Fentje, salah satunya soal pencopotan dirinya tanpa melalui mekanisme undang-undang ASN. “Masakan lembaga akademik yang harusnya mengedepankan rasio dan aturan ASN koh pejabat diundi? Seperti undian berhadiah saja. Itu kan sama saja dunia akademik mundur jauh ke jaman purba kembali,” ujar sumber.

Namun dugaan pencopotan karena motif suka dan tidak suka sepertinya lebih menguat. Pasalnya pengganti Elisabeth dikabarkan kerabat dekat Fentje Salhuteru sendiri.

Informasi lain santer menyebutkan, nepotisme merekrut orang dekat atau kelompok hanya modus untuk menetralisir kondisi tidak aman yang kini mengancam kepemimpinan Poltek saat ini yang diisukan dengan sejumlah kasus dugaan penyelewengan keuangan yang didanai Kementerian Riset dan Dikti tahun anggaran 2017-2018.

Sumber mengungkapkan, pemeriksaan oleh auditor keuangan kementerian ini tengah berlangsung di Poltek Negeri Ambon dalam satu pekan ini. Beberapa pejabat dimintai keterangan demikian juga dokumen diminta untuk diteliti oleh tim auditor tersebut. (KTA)

Penulis:

Baca Juga