Sekilas Info

Dewan Dituntut “Garang” Sikapi Masalah

Ist

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - DPRD Maluku, dituntut maksimalkan fungsinya menyikapi berbagai persoalan ditengah masyarakat. Pasalnya, lembaga politik itu selama ini hanya menyikapi masalah tanpa ada rekomendasi politik kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

Berbagai persoalan yang sering ‘diteriaki’ masyarakat agar wakil dilembaga terhormat itu untuk menyikapi. Sebut saja, persoalan tambang emas Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya, tambang emas gunung botak, Kabupaten Buru, proyek irigasi Wabobi, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan terakhir robohnya gedung IAIN Ambon.

“Banyak persoalan tambang, irigasi, dan lingkungan yang harus disikapi serius. Jangan hanya rapat, turun melihat langsung, tapi harus ada rekomendasi politik kepada aparat penegak hukum,’’kata sekretaris Komisi B DPRD Maluku, Ikram Umasugy ketika berbincang-bincang dengan Kabar Timur, kemarin.

Mestinya, harap politisi PKB dari daerah pemilihan Buru ini, dewan secara kelembagaan memainkan perannya dalam fungsi pengawasan, legislasi dan anggaran. “Menurut pengamatan saya kalau ada persoalan, komisi langsung sikapi. Namun, saya ingin ada tindaklanjut hingga ke aparat penegak hukum. Jangan kita kehilangan fungsi,’’tegasnya.

Dia berharap, persoalan proyek irigasi Waibobi, mesti ada tindaklanjut hingga ada rekomendasi politik ke aparat penegak hukum. “Jangan sampai terhenti ditengah jalan. Proyek itu menghabiskan uang rakyat dan mesti bermanfaat bagi masyarakat. Kita jangan sandiwara. Masyarakat menanti kinerja kita,’’sebutnya.

Apalagi, ingat dia, setelah pihaknya mengunjungi proyek irigasi Waibobi, disepakati agar melakukan rapat dengan Balai Wilayah Sungai Maluku, Bapeda, Dinas Pertanian dan Dinas lingkungan hidup. “Tapi, kita kembali agendanya beda lagi. Kita rapat dengan mitra lain terkait persoalan lain,’’kesalnya.

Lantas, selama ini sudah ada rekomendasi kepada aparat penegak hukum terkait persoalan ditengah masyarakat. Dia mengakui, ada sejumlah rekomendasi kepada aparat penegak hukum. “Seingat saya mungkin rekomendasi dewan soal PD Panca Karya. Mungkin ada yang lain. Tapi, intinya, kita harus bersikap,’’ingatnya.

Untuk itu, wakil rakyat vokal dan terpilih kembali berharap, dewan periode lima tahun kedepan harus lebih kritis, garang, dan banyak rekomendasi kepada aparat penegak hukum. “Ini agar ada efek jera dan berbagai persoalan dituntaskan di meja hijau,’’terangnya.

Dia berharap, wakil rkayat kedepan, lebih bersinergi dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail agar bersama-sama membangun daerah ini kearah yang lebih baik. “Intinya, visi dan misi selama kampanye dapat diwujudkan. Tugas kita mengamankan dan mengimplementasikan ke masyarakat,’’jelasnya.

Terpisah, salah satu anggota Komis D, Tina Renyaan ketika disingung gedung auditorium IAIN yang roboh, dia mengaku, pihaknya telah mendatangi lokasi IAIN. “Kita sudah kunjungi beberapa waktu lalu. Kita sudah rapat dengan pihak terkait,’’kata Renyaan.

Politisi NasDem ini mengkau, telah direkomendasikan kepada pihak terkait untuk meneliti struktur tanah di lokasi IAIN. “Kalau ada rekomendasi dari pihak terkait, tentu dewan bersikap,’’tandasnya.

Lantas, dewan akan mengeluarkan rekomendasi politik kepada aparat penegak hukum untuk mengusut proyek IAIN. “Kita akan kaji kedepan. Bisa saja,’’pungkasnya. (KTM)

Penulis:

Baca Juga