KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Ambon melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Maluku dan kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Selasa, kemarin.
Dalam aksinya mereka dipimpin Koordinator Lapangan Abd. Halik Rahantan, Abdul Gani Rabrusu, Gilang Ipaenin dan Fahrudin Rahakbau. Aksi dipicu insiden runtuhnya gedung Perpustakaan, Laboratorium MIPA Fakultas Tarbiyah dan Gedung Audotirium IAIN Ambon, beberapa waktu lalu.
Menurut mereka, robohnya gedung perpustakaan, auditoriun dan Lab MIPA Fakultas Tarbiyah IAIN Ambon bukan sekedar faktor bencana alam. Melainkan ada faktor humman error atau kesalahan manusia dan kelalaian yang pada akhirnya menyebabkan Kerugian Negara dan Perguruan Tinggi (IAIN Ambon).
“Kerusakan tersebut, tidak hanya berdampak pada kerugian objek materi gedung, tetapi juga berdampak pada aktifitas akademis mahasiswa,” teriak mereka dalam orasinya.
Disebutkan, dalam penelitian dan pantauan mereka, terhadap fenomena yang terjadi, bahwa proses pembangunan gedung auditorium tidak melewati pengkajian yang komprehensif, baik itu dari segi tata ruang lingkungan, Amdal, dan struktur tanah sehingga menimbulkan masalah.
“Kami menilai, pergeseran tanah atau fluktuasi disebabkan oleh tidak adanya pola penghijauan yang baik, dan juga penggalian tanah yang tidak cermat tanpa memandang dan memperhitungkan situasi, sehingga menyebabkan amblasnya Gedung perpustakaan, auditorium, dan lab MIPA Fakultas Tarbiyah,” dsebut mereka.
Selain itu, mereka juga menyentil soal penyelewengan anggaran di IAIN Ambon, seperti pembelian lahan tanah kampus II di Liang dengan harga 17 milyar dan pembelian lahan tanah di Masohi Rp 500.0000 Juta, oleh elit dan pemimpim kampus IAIN Ambon untuk pembangunan infrastruktur Kampus Baru IAIN di Liang dan Masohi tidak melalui pertimbangan dan kerjasama yang baik oleh pemimpin kampus IAIN Ambon.



























