Sekilas Info

Kejati Diminta Tetapkan Tersangka KMP Marsela

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kejaksaan Tinggi Maluku diminta segera menetapkan tersangka kasus korupsi pengelolaan KMP Marsela.

Salah satu elemen pemuda MBD, Frenli Lutruntuhluy mengaku desakan penetapan tersangka juga disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno. Bekas Bupati Maluku Barat Daya (MBD) itu dinilai banyak mengetahui dugaan korupsi di BUMD PT Kalwedo yang mengelola KMP Marsela.

‘’Komunikasi saya dengan Pak Abas Orno cukup jelas. Beliau (Orno) justeru minta Kejaksaan Tinggi Maluku segera menetapkan siapa yang bersalah dalam kasus BUMD PT Kalwedo,’’ kata Lutruntuhluy dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Bahkan, hasil komunikasinya dengan orang nomor dua di Maluku ini telah diposting di laman facebooknya. Dikatakan, Orno sangat berkeinginan agar kasus itu segera ditindaklanjuti Kejati. ’’Dengan nada tegas menurutnya (Orno) pihak-pihak yang rajin mengklarifikasi masalah ini agar ikut meminta Kejati segera tetapkan siapa yang bersalah,’’ ujarnya mengutip penjelasan Orno di laman facebook.

Pernyataan Lutruntuhluy itu langsung mendapat respon. Salah satu kuasa hukum, Alex Frans mengatakan, jika Kejati melakukan proses penylidikan dan penyidikan, saksi pertama didengar atau dipanggil adalah Orno sebagai mantan Bupati MBD. ’’Pak Abas sebagai mantan Bupati yang membuat akta PT Kalwedo, sekaligus pemegang saham mayoritas PT Kalwedo,’’ kata Frans.

Bupati MBD saat itu, menurut dia, memiliki hak melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan maupun RUPS luar biasa. ’’Kunci kasus PT Kalwedo ada di tangan Pak Abas yang sudah sekarang menjabat Wagub Maluku,” jelasnya.

Tetapi, Frans yang juga putra MBD bermukim di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur ini mengingatkan, apakah Bupati saat itu menjadi pemegang saham tunggal atau pemegang saham mayoritas. ’’Nah, ketika dipanggil tentu jelaskan persoalan RUPS. Karena kerugian di PT Kalwedo ada dua. Satu kerugian pemegang saham dan, dua kerugian pihak ke tiga termasuk negara,’ pungkasnya.

Sekedar tahu, persoalan pengelolaan KMP Marsela yang dikelola BUMD PT Kalwedo saat ini tengah disoroti. Bahkan, beberapa waktu lalu aksi demonstrasi meminta Kejati mengusut dana pengelolaan KMP Marsela.

Nama, Benjamin Noach disebut-sebut dalam aksi unjukrasa itu. Noach yang kini menjabat Bupati MBD pernah menjabat Direktur PT Kalwedo. (KTM)

Penulis:

Baca Juga