KABARTIMURNEWS.COM, MASOHI – Dari pengembangan yang dilakukan tim penyidik Polres Malteng, korban penipuan dengan modus rekrutmen karyawan PLN di Masohi ternyata berjumlah 65 orang. Sebelumnya Kapolres Malteng AKBP Raja Arthur Simamora menyatakan 48 orang berpotensi jadi korban akal bulus kedua tersangka, MM dan Ny SP.
Sumber penyidik Polres Malteng kepada Kabar Timur mengungkapkan dari 48 orang itu ternyata masih ada juga 17 lainnya, sehingga totalnya adalah 65 orang. Dijelaskan, tersangka MM sebenarnya sudah lama melakukan praktek penipuan tersebut.
Dari keterangan yang diperoleh penyidik, MM selaku pemilik perusahaan berinisial “HPI” ini untuk memuluskan proyek yang dikelola perusahaan itu, yaitu proyek “Bongkar Rampung” yang didapat dari pihak PT PLN (Persero).
Yakni yaitu jika ditemukan meteran pelanggan tidak dibayar selama 3 bulan dibongkar. Nilai proyek sekitar Rp 2 miliar. MM menjalankan proyek itu, menggunakan vendor atau perusahaan lamanya. Ditambah lagi dengan jabatannya MM sebagai kepala site manager non teknik di perusahaan lamanya itu.
MM mengambil resiko dengan mengambil proyek Bongkar Rampung ini karena kedekatannya dengan salah satu pimpinan di PT PLN (Persero) Cabang Masohi.
Entah apa, muncul ide untuk merekrut sejumlah tenaga untuk proyek Bongkar Rampung tersebut. Dari rekrutmen itu, calon tenaga kerja diharuskan menyetor uang sebesarRp 35 juta per orang. Dalam aksinya MM memakai nama perusahaan HPI. Namun dalam perjalanannya, orang-orang yang telah direkrut mulai mengeluh kalau mereka belum terima gaji sejak akhir tahun 2018.
Sebelumnya diberitakan, aksi MM bersama Ny SP terungkap setelah dilaporkan oleh 3 orang korban masing-masing YR,SM dan S. Polres Malteng lalu melakukan pengembangan menemukan jumlah korban membengkak menjadi 17 orang, namun setelah ditelusuri menjadi 48 orang.



























