KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – KPK Diminta untuk ingatkan bila ada yang melenceng. Keterbukaan itu jadi pegangan KPK. Mudah-mudahan Maluku tidak ada yang ketangkap.
Gubernur Maluku, Murad Ismail mengaku siap menjadi agen KPK di Maluku. Kesiapan itu diungkap saat bertemu KPK di Jakarta, ungkap Budi Waluya Koordinator Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsup), KPK, Wilayah, IX, kepada wartawan, saat bertandang di Ruang Kerja, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Senin, kemarin.
Waluya mengaku, kedatangan mereka untuk memperkenalkan diri kepada pimpinan di Maluku yang baru dilantik, sekaligus meminta komitmen agar bisa terus melanjutkan program-program pendampingan KPK di Maluku.
“Kami Tim Korsup KPK hari ini (kemarin), pikir perlu perkenalkan diri. Waktu datang bulan Maret, lalu, tidak sempat bertemu beliau. Kami sampaikan program KPK meminta komitmen khususnya dari Pak Gub dan Wagub minimal melanjutkan program-program pendampingan KPK. Pak Wagub siap mengawal program pencegahan. Jadi pertemuan awal ini, nanti akan berlanjut dengan masing-masing SKPD,”ungkapnya.
Dia mengaku, KPK sudah bertemu langsung Gubernur Maluku, Murad Ismail di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Gubernur Murad menegaskan, siap dan akan menjadi agen KPK.
“Pengakuan itu, menjadi pegangan kita (KPK). Gubernur meminta kita (KPK) untuk diingatkan jika ada yang melenceng. Beliau terbuka menjadi pegangan kita. Mudah-mudahan Maluku nggak ada yang ketangkap,”sebutnya.



























