Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Banyak Kejanggalan di PD Panca Karya

badge-check


Banyak Kejanggalan di PD Panca Karya Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku Murad Ismail mengungkapkan banyak kejanggalan ditemukan di Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya.

Hal ini disampikan Murad kepada awak media di kantor Gubernur, Senin (10/6), menindaklanjuti hasil audit yang sementara ini masih dilakukan.

Dikatakan, PD Panca Karya saat ini dijabat Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa Setda Maluku, Rusdi Ambon selaku Plt di perusahaan milik Pemerintah Provinsi Maluku itu.

“Sekarang beliau lagi audit, ternyata sudah banyak menemukan kejanggalan,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil audit banyak sekali pendapatan (keuntungan) yang masuk ke kas PD Panca Karya. “Rupanya Panca Karya banyak sekali pendapatan tetapi kantor kaya gudang. Saya sudah minta untuk benahi kantornya, termasuk gaji karyawan,” ucap Murad.

Murad menegaskan, jika hasil audit banyak temuan (keuntungan dikorupsi), maka harus dikembalikan.

Untuk diketahui sebelumnya Direktur PD Panca Karya dijabat oleh Apfras Pattisahusiwa, namun dalam perjalannya terjadi krisis keuangan, sehingga hutang menumpuk. Imbasnya, sejumlah persoalan melilit perusahaan pelat merah itu. Mulai dari gaji karyawan tidak dibayarkan, kapal (aset daerah) tidak berlayar dan sebagainya.

Akibatnya Pattisahusiwa dicopot dari jabatannya dan diganti oleh Anthonius Sihaloho, mantan Kepala Bappeda Maluku. Jabatan yang diemban Sihaloho tak lama, diganti oleh Rusdi Ambon. (RUZ)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku