KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Siapa saja kader yang membangkang dari kerja partai pada Pemilu 17 April 2019 lalu, diminta untuk dicopot.
Partai Golkar Maluku dalam kondisi baik. Jika ada kader Partai Golkar yang menyatakan dirinya sebagai tim penyelamat Partai Golkar itu anggapan tak berdasar.
“Sejak kapan Partai Golkar membentuk tim penyelamat Partai. Tidak ada itu. Partai Golkar Maluku baik-baik saja kok. Lalu penyelamatannya untuk apa,” tegas Ketua Bidang OKK Partai Golkar Maluku, Richard Rahakbauw kepada Kabar Timur di DPRD Maluku, kemarin.
Penegasan Rahakbauw menyusul, salah satu kader Partai Golkar, Djamil Difinibun yang dengan percaya diri menyatakan dirinya (Divinubun-red) sebagai penyelamat Partai Golkar pasca Partai Golkar Maluku tidak dapat mempertahankan kursi DPR RI di Pemilu 2019 ini.
“Pak Djamil itu tidak tinggal di Maluku. Beliau menetap di Jakarta dan baru kembali pada Pemilu 2019. Jadi dia tidak tahu kondisi politik di Maluku,” tandasnya, seraya menambahkan, yang kerja membesarkan Partai Golkar di Maluku sudah bisa diketahui. Yang jelas, ada Ketua DPD II Partai Golkar di Kabupaten/Kota yang tidak ikut membesarkan Golkar.
“Yang berdarah-darah untuk Partai Golkar di Maluku itu saya, Pak Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Jeremias, Ketua Bapillu Hairudin Tuarita dan beberapa lainnya. Pak Divinubun itu tidak tinggal di Maluku dan tidak tahu kondisi politik di Maluku,” tandasnya. Dia menegaskan, yang saat ini disiapkan adalah melakukan evaluasi secara keseluruhan di kubu Partai Golkar Maluku. Orang-orang yang membangkang dari kerja Partai akan didesak untuk dipecat.
“Malah yang akan dilakukan saat ini soal evaluasi secara keseluruhan di kubu Partai Golkar. Pada evaluasi ini, siapa yang membangkang dari kerja partai Pemilu 17 April 2019 lalu, diminta untuk dicopot dari Partai,” jelasnya.
Dikatakan, DPD Partai Golkar tidak main-main dengan persoalan ini. “Tentunya akan ada tindaklanjut sampai ke DPP. Tujuannya membersihkan para pembangkang ditubuh partai.
Ketua DPD II Golkar Kota Ambon, Richard Louhenapessy, didesak “angkat kaki” dari Partai Golkar, karena dianggap gagal, di Pileg, lalu. “Kalau berjiwa besar dan gentlaman Pak Ris (Louhenapessy) lebih baik undur diri dari ketua DPD Golkar Kota Ambon,” kata Rahakbauw.



























