Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Tanda Tangan Dipalsukan, Korupsi KMP Marsela Terkuak

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Aroma korupsi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dibidang transportasi laut mulai terkuak, yang diduga ikut melibatkan pejabat daerah itu terkait pengelolaan badan usaha milik daerah setempat. Adalah BUMD Kalwedo yang mengelola KMP Marsella, disebut-sebut telah bangkrut, ternyata ada persoalan besar lain di balik itu.

Namun Nakhoda KMP Marsella Fernando Nifan, mengaku, laporan yang dia sampaikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku pada 22 Maret 2019 lalu, bukan laporan dugaan korupsi, tapi dugaan pemalsuan tanda tangan dirinya, terkait pencairan dana doking kapal penyeberangan tersebut senilai Rp 1 miliar lebih.

Dia membantah itu tanda tangan dirinya. Sebab perbedaan tanda tangan yang tercantum pada proposal pengajuan biaya doking di tahun 2017 itu jauh berbeda dengan tanda tangan dirinya.

Informasi terakhir yang diperoleh pihaknya, kalau tanda tangannya dipalsukan komprador atau petugas kubikasi muatan di KMP Marsela sendiri atas perintah direktur BUMD Kalwedo. “Selain tanda tangan beda, beta punya nama juga ditulis salah, “ beber Fernando Nifan kepada Kabar Timur, Selasa (21/5).

Laporan ke Kejati Maluku menyusul desakan dirinya beserta 20 ABK KMP Marsela yang tak digubris pihak BUMD. Yakni soal upah 4 bulan sisa dari 8 bulan bertugas di atas kapal tersebut yang tidak kunjung dibayarkan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku