KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Aktivitas transportasi darat dari dan ke Leihitu-Kota Ambon tepatnya di Dusun Mamua Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dipastikan bakal terganggu saat arus mudik lebaran berlangsung.
Bagaimana tidak, jembatan itu telah mengalami kerusakan parah. Kerusakan itu sudah terjadi sejak 2018 lalu. Namun sampai detik ini, tidak ada perbaikan berarti yang dilakukan Pemerintah Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Malteng.
Semua kendaran dari dua arah tidak bisa berpas-pasan di jembatan ini. Masing-masing harus antrian karena hanya bisa dilewati kendaraan satu per satu. Melewati jembatan itu, pengendara harus ekstra hati-hati, karena lantai jembatan berbahan dasar kayu balok sudah bolong dan lapuk.
“Sejauh ini perhatian Pemerintah atas kerusakan itu minim. Padahal lantai jembatan yang terbuat dari kayu rusak parah, malah bolong. Apakah jembatan ini harus makan korban dulu baru pemerintah bergegas memperbaikinya? Kan sayang masyarakat beberapa desa di sini,”kata Dade Umagap kepada Kabar Timur dilokasi jembatan, Selasa (14/5)
Menurutnya, saat mudik lebaran nanti, bukan saja masyarakat di beberapa desa di Leihitu yang melewati jalur jembatan Mamua pulang kampung. Tetapi sebagian besar masyarakat pulau Seram misalnya, masyarakat Luhu, Tihulesi, Manipa, Wayasel dan lainnya.



























