Sekilas Info

Bawaslu : Guru & ASN Buru Harus Lapor Perihal Dimutasi

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Abdulah Ely mengajak puluhan guru dan sejumlah ASN dilingkup Kabupaten Buru yang dimutasi politik atau tumbal politik melapor ke pihak yang membawahi guru dan ASN.

“Kami di Bawaslu belum terima laporan puluhan guru dan sejumlah ASN dilingkup Pemkab Buru dimutasi atau menjadi tumbal politik. Jika ada laporan masuk dan dibarengi bukti kuat, kami menindaklanjutinya sesuai aturan. Bagusnya, masalah ini dilaporkan ke pihak yang membawahi guru dan ASN, misalnya pengurus PGRI, pihak ASN dan ombudsman,”kata Ely kepada Kabar Timur diruang kerjanya, Rabu (8/5)

Dia mengatakan, benar menjadi tumbal politik atau tidak, perlu dicari kejelasannya. Jangan sampai, mutasi dilakukan sesuai apa yang ditetapkan Pemerintah Buru. “Makanya perlu dilapor ke ombudsman, pengurus PGRI dan pihak ASN Provinsi maupun pusat. Tujuannya agar masalah ini menjadi terang,” ujar Ely

Dikatakan, beda bila Bupati Buru, Ramli Umasugi terang-terangan memerintahkan guru dan ASN mengamankan anaknya, Gadis Sitti Nadi Umasugi pada Pemilihan Ulang di beberapa TPS di Buru.

“Kalau laporan soal Bupati Ramli mengarahkan guru dan ASN pilih anaknya dan itu dilaporkan disertai bukti, kita akan proses sesuai aturan. Tapi terkait tumbal politik, ya saya sarankan ke tiga lembaga tadi, Ombudsman, pengurus PGRI dan pihak ASN,” jelasnya.

Sebelumnya, mutasi politik atau tumbal politik akhirnya dialami sejumlah guru dan ASN dilingkup Pemkab Buru. Mereka dimutasi atau “dibuang” ke daerah terpencil, menyusul hasil Pemugutan Suara Ulang (PSU), di sejumlah TPS di daerah itu, anak kandung Bupati Buru, bernama: Gadis Siti Nadi Umasugi, yang Nyaleg DPRD Provinsi Maluku dari Dapil itu, tak peroleh suara signifikan.

Gadis anak sang Bupati Buru itu, dilaporkan mengalami kekalahan suara dari Ikram Umasugi Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menjadi rival politiknya Bupati Ramly Umasugi. Kekalahan Gadis Caleg Partai Golkar, Dapil Pulau Buru, membuat sang ayah kandungnya turun gunung.

Wartawan Kabar Timur, di Kabupaten Buru, melaporkan, Ramly Umasugi yang juga penguasa di daerah itu, sempat berang. Apalagi Ikram Umasugi yang menjadi rivalnya di Pilkada Kabupaten Buru, beberapa waktu lalu, disebut-sebut memperoleh suara signifikan dan kembali mengantarkan yang bersangkutan terpilih kedua kalinya sebagai anggota legislatif provinsi Maluku dari Dapil Pulau Buru, setelah PSU digelar.

Kekalahan Gadis, di tiga TPS yang digelar PSU, masing-masing TPS 3 Desa Waplau, TPS 16 dan TPS 32 Desa Namlea, berimbas pada sejumlah guru dan juga sejumlah ASN. “Ini mutasi politik. Kita akan lawan, karena mutasi terhadap kami tidak jelas alasannya. Kami mengabdi untuk negara, bukan mengabdi untuk politik,” ungkap sejumlah guru, kepada Kabar Timur, di Namlea, kemarin.

Kabarnya, tidak hanya guru maupun ASN lainnya, tapi sejumlah Kepala SKPD di Kabupaten itu, disebut-sebut bakal diganti, karena tidak tidak becus mengawal kemenangan anak kandung sang bupati, pada pelaksanaan PSU di tiga TPS.

“Ada sejumlah kepala SKPD yang ditugaskan untuk menangkan Gadis anak kandung Bupati, pada PSU di tiga TPS, bakal dimutasi. Ini masih sebatas kabar, tapi untuk para guru sudah dipastikan mutasinya,” sebut beberapa ASN, lainnya.

Sejumlah ASN dan juga Guru yang dimutasi gara-gara anak sang bupati kalah pada PSU di tiga TPS mengancam bakal melakukan aksi demo. “Kami akan turun ke jalan melakukan aksi demo. Kami lakukan ini karena, kebijakan melakukan mutasi kepada kami menyalahi aturan,” kata salah seorang ASN di lingkup Pemkab Buru.

Hanya saja, kapan aksi demo yang bakal dilakukan untuk memprotes kabijakan Bupati Buru Ramly Umasugi yang telah memutasikan para Guru dan sejumlah ASN, belum dipastikan. “Soal demo itu, belum disepakati waktunya. Tapi, aksinya akan dilakukan dalam waktu dekat,” sebut dia

Informasi lainnya yang diperoleh Kabar Timur menyebutkan, aksi mutasi yang dilakukan Bupati Buru terhadap anak buahnya (baik guru dan ASN), dikarenakan “dendam politik” yang ingin mengkandaskan incumbent Ikram Umasugi, agar tidak memperoleh kursi kembali dari Dapil Pulau Buru.

Kedua politisi ini (Ramly dan Ikram), rival bebuyutan saat Pilkada Kabupaten Buru, yang menghantarkan Ramly kembali terpilih. Saat itu, Ikram berada dipihak melawan Ramly. Ramly sendiri telah berjuang keras pada Pileg 17 April 2019, lalu, untuk anaknya Gadis Caleg dari Partai Golkar untuk meraih suara tumpah, sehingga peluang Golkar mendapatkan dua kursi dari Dapil itu, mulus.

Hanya saja, upaya Ramly Umasugi sang penguasa dua periode Kabupaten Buru, harus kandas setelah tiga TPS yang direkomendasikan PSU, Gadis anak kandung Bupati, harus takluk dari rivalnya Ikram Umasugi politisi PKB. Tak ada jalan lain untuk melampiaskan amarahnya. Guru dan ASN harus jadi kena tumbal, atas kekalahan itu. (MG3)

Penulis:

Baca Juga