KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Edwin Adrian Huwae mengaku sistem pemilu di Indonesia adalah sistem pemilu paling buruk. Buruknya, Pemilu di Indonesia bukan hanya soal lamanya waktu pelaksanaan di lapangan, tetapi menyangkut total perolehan suara terbanyak untuk para kontestan calon.
“Dengan harus mencapai suara sebanyak-banyaknya, secara tidak langsung, pemilu ini sudah menciptakan proses transaksional yang sama sekali menghilangkan hal substansional dan nilai positif dari politik itu sendiri,” kata Huwae kepada Kabar Timur di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kamis (2/5)
Menurutnya, politik bukanlah sesuatu yang buruk. Tetapi karena sistem yang ada, maka politik di mata masyarakat menjadi buruk.
“Hari ini saya sebagai ketua DPRD ketika berbicara soal gagasan dan ide pembangunan, maka gagasan dan ide itu tentunya kurang mendapat respons ketimbang saya memberikan uang atau sumbangan ke masyarakat. Padahal bagi-bagi uang tidak akan membangun sistem demokrasi yang baik,”ujarnya.
Dikatakan, bagimana jika caleg yang memiliki kualitas, integritas dan kapasitas yang memadai namun dari sisi finansial sangat tidak baik, tentunya caleg-caleg yang bersangkutan akan terkapar-kapar dalam mengikuti ajang demokrasi tersebut.



























