Sekilas Info

Korupsi Sertikat Prona Hanya Satu Calon Tersangka

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur menetapkan calon tersangka perkara dugaan korupsi sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2016.

Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten SBT berinisial NK ditetapkan sebagai calon tersangka dalam perkara ini.

Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari SBT Asmin Hamja menyebutkan, indikasi penyalahgunaan keuangan negara timbul dari tidak adanya realisasi 1200 sertifikat prona, dari 2000 sertifikat yang dianggarkan untuk warga SBT.

Yang sampai di tangan warga hanya sekira 800 lembar sertifikat. “Iya indikasi kuatnya mengarah ke situ. Tapi angka pastinya tunggu audit BPKP,” kata Asmin dihubungi Kabar Timur, Rabu (10/4).

Sedang kerugian negara yang disebabkan oleh kesalahan panitia pengukuran lahan, tidak terbaca oleh jaksa penyidik. Setelah dilakukan pelbagai pemeriksaan saksi untuk menjerat panitia sosialisasi dan pengukuran lahan untuk penerbitan sertifikat warga ini, tidak terbukti.

“Panitia tidak terbukti ada terima uang,” kata Asmin.

Tim jaksa dalam waktu dekat akan mengagendakan pemeriksaan NK?. Saat ini Asmin mengaku,masih fokus melengkapi berkas pemeriksaan (BAP) dari perkara ini. Sejumlah saksi akan diperiksa kembali, sebelum dilakukan ekspos di tingkat penyidikan.

Kejari SBT telah melakukan pemeriksaan maraton ketika kasus ini masih di tingkat penyelidikan. Duit senilai Rp 1,4 dari pos APBN tahun 2016 untuk pengadaan 2000 keping prona @ Rp 600.000 yang diperuntukkan bagi 11 desa di Kabupaten SBT.

Ketika itu, pekerjaan dikelola oleh BPN SBT, namun ditangani oleh panitia yang diperbantukan dari BPN Masohi Kabupaten Malteng, karena kantor BPN SBT belum memiliki personel yang cukup.

Beberapa pihak telah dimintai keterangan ketika kasus ini di tingkat penyelidikan. Selain panitia, kepala dan bendahara BPN Masohi serta 11 kepala desa di Kabupaten SBT telah dimintai keterangan.

Setelah kasus ini dinaikkan tahap penyidikan, seperti kata Asmin, beberapa orang akan diperiksa selaku saksi, termasuk eks kepala BPN Kabupaten SBT berinisial “NK”. Apakah NK akhirnya menjadi calon tersangka tunggal di perkara ini? Asmin tidak menepis. “Iya kira-kira seperti itu,” imbuhnya. (KTA)

Penulis:

Baca Juga