Sekilas Info

Wanita Penganiaya Balita Ditetapkan Tersangka

Pelaku penganiyaan

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Geby alias Deby, pelaku yang menganiaya seorang balita di Namlea, Kabupaten Buru, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Wanita yang sebelumnya diduga mengalami gangguan jiwa, itu resmi ditahan di rumah tahanan Polres Pulau Buru, Senin (7/1).

Perempuan 30 Tahun itu diduga keras telah melakukan kekerasan terhadap anak dibawa umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2), Undang-Undang (UU) RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU.

“Sebagaimana telah dirubah dengan UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sekarang sudah kami tahan,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, AKP. Senja yang dihubungi Kabar Timur dari Ambon, kemarin.

Deby ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Buru, menemukan sejumlah bukti kuat yang mengarah ke perbuatan pelaku terhadap Nasir, anak dibawa umur itu.

Untuk diketahui, Nasir ditemukan bersimbah darah. Anak laki-laki berumur satu tahun ini menangis di tempat pembuangan sampah, belakang Pasar Inpres, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Minggu (6/1). Kedua telinga dan jari jempol tangan kanan anak Bapak Asri, warga setempat itu putus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Timur, kasus tindak pidana penganiayaan berat ini berawal ketika korban bersama kakaknya bermain di rumahnya, yang berada di belakang Pasar Inpres. Sedang bermain, Febi datang mengangkatnya dan membawanya pergi.

Wanita kelainan jiwa ini membawanya ke dalam kamar mandi kos-kosan Mama Lala, tak jauh dari rumah korban. Setelah menganiaya korban, Feby kemudian membuangnya ke tempat sampah yang berada di pesisir pantai, belakang Pasar Inpres. Korban ditemukan warga setelah mendengar tangisannya.

“Saat ditemukan korban mengalami luka sabitan alat tajam sehingga mengalami putus telinga kiri dan kanan serta jari jempol kanannya,” kata Sumber kepada Kabar Timur.

Ditemukan bersimbah darah oleh warga sekira pukul 08.50 WIT, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lala, Kota Namlea. Hingga kini korban selamat dan masih mendapat perawatan medis.

Kepala Polres Pulau Buru AKBP. Ricky. P. Kertapaty kepada Kabar Timur mengaku belum mengetahui pasti jika pelaku penganiayaan merupakan orang kurang waras (gila).

“Informasi dari warga demikian. Namun pelaku tetap kami amankan dan akan kami lakukan pengecekan kepada ahli jiwa guna mengetahui apakah memang pelaku menderita gangguan jiwa atau tidak,” kata Ricky, kemarin.

Dia mengaku, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli sebagai pertanggungjawaban perbuatan pelaku secara hukum.

“Untuk pelaku apakah kurang waras atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan kejiwaan dari ahli jiwa,” ujarnya.

Korban yang diperiksa tidak mengakui perbuatannya. Namun sejumlah saksi mengaku melihat pelaku sempat menggendong korban menuju Tempat Kejadian Perkara. Bukti lainnya adalah ditemukan bercak darah pada kaki kanan, sendal dan baju pelaku. “Saat ini pelaku sudah diamankan,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga