KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Maluku, menargetkan penyelesaian sisa Ranperda yang diproses sejak 2014 lalu hingga tahun ini agar disahkan menjadi peraturan daerah sebelum berakhir tahun anggaran 2018.
“Ada lebih dari sepuluh Ranperda, baik yang merupakan usulan inisiatif DPRD maupun yang diajukan pemerintah provinsi akan diselesaikan pada Desember 2018,” kata Ketua Bapemperda DPRD Maluku, Lutfi Sanaky, di Ambon, Jumat.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Bapemperda DPRD dengan 18 mitra satuan kerja perangkat daerah.Menurut Lutfi, penyelesaian Ranperda ini akan dilakukan selama tiga pekan ke depan karena seluruh proses dan tahapan pembahasan pada tingkat pertama dan kedua sudah selesai dan hampir seluruhnya berada pada tingkat fasilitasi atau pendampingan pada tingkat kementerian terkait.”Jadi kalau dibilang ada temuan di DPRD provinsi terkait belum disahkannya sejumlah Ranperda menjadi perda sebenarnya tidak tepat, karena seluruh proses sudah jalan dan harus menunggu hasil evaluasi dari kementerian terkait,” katanya.
Dari seluruh Ranperda yang diusulkan ke masing-masing kementerian sejak 2014 hingga 2018 ini, ada tiga Ranperda diantaranya yang tidak bisa dilanjutkan atau dibatalkan.Tiga Ranperda ini antara lain raperda tentang Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa yang tidak bisa dilanjutkan karena merupakan kewenangan pemerintah kabbupaten/kota sesuai hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri.
Surat Mendagri tentang pembatalan raperda ini tertanggal 31 Oktober 2018 yang telah diterima DPRD Maluku dan tembusannya disampaikan kepada pemerintah provinsi.
Selanjutnya Ranperda tentang minuman tradisional yang telah dievaluasi, pengkajian, dan pendampingan dari kementerian terkait dan hasilnya harus dikembalikan kepada kabupapaten/kota.



























