Sekilas Info

PKK Canangkan Gerakan Perempuan Tanam Pohon

Ketua PKK Provinsi Maluku Retty Assagaff didampingi Ketua PKK Kota Ambon Debby Louhenapessy menekan tombol sirine dilanjutkan penyerahan anakan pohon pada pencanangan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon tahun 2018 di Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Sabtu (17/11).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi Maluku, Reti Assagaff mencanangkan gerakan perempuan Maluku menanam dan memelihara pohon tahun 2018.

Pencanangan dipusatkan di desa Hukurila, kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Sabtu (17/11).

Gerakan perempuan Maluku menanam dan memelihara pohon diawali kegiatan penanaman pohon secara bersama oleh Rety Assagaff, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy bersama istrinya Debby

Louhenapessy, Asisten IIi Setda Maluku, Zuklifi Anwar, Kepala Dinas Kehutanan Maluku, Sadli Ie, pimpinan dan anggota organisasi perempuan serta kaum wanita dari sejumlah desa di Kecamatan Leitimur Selatan.

Reti menyatakan, pencanangan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan tim penggerak PKK Maluku bertujuan membangkitkan semangat, memotivasi serta menjadikan gerakan tersebut sebagai budaya dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan adalah suatu tindakan terpuji dalam menyelamatkan bumi dan lingkungan, serta tanggung jawab atas keberlangsungan hidup dan masa depan generasi penerus bangsa dan negara.

Istri Gubernur Maluku ini berharap, melalui kegiatan ini dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan, merawat pohon untuk tetap tumbuh dan berkembang sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan, terutama sebagai penyediaan oksigen serta lingkungan yang sehat.

"Gerakan perempuan Maluku menanam ini dilandasi kenyataan bahwa waktu kerja kaum perempuan sangat tinggi yakni 12 jam dalam sehari, sedangkan laki-laki hanya delapan jam serta populasi perempuan di Indonesia sangat besar mencapai lebih dari 50 persen," katanya.

Dia juga berharap melalui gerakan tersebut kaum perempuan di Maluku dapat terlibat aktif untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan hutan yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab di masa mendatang.

Kepala Dinas Kehutanan Maluku, Sadly Ie mengatakan, sebanyak 1.000 anakan disediakan untuk menunjang kegiatan perempuan menanam tersebut yang terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif dan umur panjang serta kayu-kayuan bernilai ekonomis. Khusus pada pencananan, didistribusikan sebanyak 500 anakan untuk ditanam kaum perempuan di kecamatan Leitimur Selatan.

Gerakan tersebut menjadi sarana edukasi peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian perempuan akan pentingnya kelestarian lingkungan, serta mengajak mereka untuk menanam dan memelihara tanamam sebagai salah satu upaya rehabilitasi hutan dan lahan.

Selain itu memotivasi masyarakat khususnya perempuan untuk mempertahankan daya dukung lahan dengan menanam pohon dengan memanfaatkan ruang dan lahan yang tersedia. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga