Sekilas Info

Neraca Perdagangan Maluku September Defisit

Ilustrasi Devisit

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Provinsi Maluku pada September 2018 mengalami defisit sebesar 41,16 juta dolar AS.

“Pada bulan September 2018 Maluku melakukan kegiatan ekspor senilai 0,37 juta dolar AS dan impor senilai 41,53 juta dolar AS,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk, di Ambon, Selasa.

Hal ini dapat diartikan bahwa neraca perdagangan Maluku mengalami defisit sekitar 41,16 juta dolar AS.Ia mengatakan sejak tahun 2017 Maluku selalu mengalami defisit kecuali bulan April 2017.

“Defisit yang terjadi pada sepanjang tahun dikarenakan tingginya impor barang. Impor barang dari luar negeru didominasi sektor migas,” ujarnya. Di sisi lain, lanjutnya, ekspor Maluku pada sektor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor migas dari luar negeri.

Ia mengatakan, neraca volume perdagangan luar negeri pada Januari-September 2018 juga mengalami defisit sebesar 507,58 ribu ton. Hal ini disebabkan besarnya volume impor Maluku (561,18 ribu ton) dibandingkan ekspor sebesar 53,59 ribu ton.

Dumangar mengatakan, realisasi ekspor Maluku pada September 2018 senilai 0,37 juta dolar AS atau terjadi penurunan 51,92 persen dibandingkan ekspor Agustus yang mencapai 0,76 juta dolar AS.

“Ekspor Maluku pada bulan September berasal dari sektor nonmigas dengan negara tujuan Jepang, Amerika Serikat. Ekspor terbesar menuju Amerika Serikat senilai 0,21 juta dolar AS,” ujarnya.

Secara kumulatif, lanjutnya, nilai ekspor Maluku Januari-September 2018 sebesar 28,14 juta dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 15,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Sedangkan impor, BPS Provinsi Maluku mencatat nilai impor daerah ini selama bulan September tercatat sebesar 41,53 juta dolar AS, atau mulai bergerak turun 47,77 persen dibanding Agustus 2018 yang tercatat sebesar 79,51 juta dolar AS.

“Secara komulatif nilai impor Maluku Januari-September 2018 tercatat sebesar 416,42 juta dolar AS atau meningkat 35,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2017,” ujarnya. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga