Sekilas Info

Sebut Jokowi Tidak Punya Kontribusi Untuk Maluku

Umar Kei

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei mengungkap alasan dirinya tidak memilih Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, Presiden tidak miliki satupun kontribusi besarkan Maluku.

Pendapat ini, disampaikan Umar Kei kepada wartawan, ketika menghadiri pelantikan Bupati dan wakil Bupati Maluku Tenggara, Walikota dan Wakil Walikota Tual, di kantor Gubernur Maluku, Rabu (31/10) kemarin.

Umar menilai, hampir lima tahun Jokowi memimpin Negara Republik Indonesia, tidak ada satupun langkah yang dilakukan membesarkan Maluku ditingkat Nasional. Dengan fakta ini, dia mengimbau agar masyarakat Maluku tidak salah pilih di Pilpres 2019, mendatang.

“Kita lihat Jokowi selama periode pertamanya menjadi Presiden, apa yang telah dia berikan kepada Maluku? Toh, tidak ada Menteri anak Maluku. Ini fakta, sehingga untuk periode mendatang, kita harus berpikir lagi untuk tidak mendukung Jokowi,” katanya.

Tidak hanya itu, Umar juga mengatakan, selama pemerintahan Jokowi, Maluku tidak akan mungkin bisa keluar dari zona kemiskinan yang saat ini dialami. Dengan menempati posisi ketiga Provinsi termiskin di Indonesia, Umar menilai, Jokowi tidak mamiliki kontribusi terhadap setiap penyelesaian persoalan di Maluku.

“Saya berharap kepada seluruh Masyarakat Maluku, mari kita semua dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 , agar kita bisa keluar dari kemiskinan. Maluku kaya, dengan hasil alam, diperlukan Presiden yang mampu memperhatikan Maluku,” jelasnya.

Dijelaskannya, Selama masyarakat Maluku masih tetap memilih Jokowi memimpin Indonesia dua periode, selama itu juga Maluku akan tetap miskin, dan rakyat Maluku akan tetap menjadi pengangguran di negara ini.

“Dan kalau pilih Prabowo pasti saya yakin masyarakat Maluku, tidak ada yang nganggur, dari pada pilih Jokowi kita semua akan menganggur dan menderita. Banyak buktinya, dimasa pemerintahan Jokow, cari kerja susah, apalagi rakyat Maluku mau menganggur lima tahun lagi,” ungkapnya.

Dirinya menilai, kelemahan orang Maluku hanyalah tidak ada persatuan menentukan pilihan guna membuat masa depan Maluku menjadi lebih baik ditingkat nasional. “Kita tidak bersatu, makanya kita salah pilih, dan provinsi kita selalu menjadi provinsi yang dibilang miskin,” jelasnya.

“Saya mau bilang, Papua lebih pintar dari orang Maluku, sebab mereka bisa jadi daerah otonom, dan Aceh yang hanya bermodus agama saja mereka juga bisa jadi otonom. Itu semua karena mereka bersatu, tidak seperti Maluku,” tegasnya. (MG5)

Penulis:

Baca Juga