KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), tercatat sebagai wilayah yang paling rawan pelanggaran Pemilu. Untuk itu, DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), sejauh ini telah melakukan upaya-upaya menjaga kestabilan dalam pesta demokrasi 2019 mendatang.
Kepada sejumlah wartawan, Rabu (31/10) kemarin di Ambon, Anggota DPRD Malra, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yohanis Bosko Rahawarin mengatakan, himbauan serta sosialisasi untuk tetap menjaga kestabilan dalam menghadapi Pemilu 2019 telah dilakukan pihaknya.
“Untuk menjaga kestabilan dan ketertiban dalam Pemilu, bukan saja menjadi tugas KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara dan pengawas. Namun kami DPRD juga sudah terus melakukan rapat dengan pihak terkait, untuk bagaimana menjaga kestabilan pemilu yang diinginkan,” paparnya.
Menurutnya, Kota Tual dan Kabupaten Malra, telah dinyatakan sebagai daerah paling rawan dalam Pemilu atau Pilkada, namun berlangsungnya Pemilihan Gubernur Maluku, dan pemilihan Bupati Malra 2018 berlangsung aman dan damai, telah mematahkan semua arugumen dan penilaian tersebut.



























