Sekilas Info

Dua Bom Meledak di Tantui

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Dentuman keras membahana di Lapangan Upacara Polda Maluku, Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu, (26/9). Dua buah bom meledak, disertai rentetan bunyi senjata api. Sejumlah warga terluka, dan dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara beberapa orang perusuh berhasil ditangkap polisi.

Kericuhan yang terjadi kemarin itu merupakan bagian dari Simulasi Pengamanan, menjelang proses Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang. Simulasi melibatkan TNI, Polri, Pemadam Kebakaran dan stakeholder terkait lainnya.

Simulasi yang dilakukan yakni pengamanan Calon Presiden (Capres) saat berkampanye, penanganan aksi unjuk rasa massa yang mulai anarkis, hingga menangkap provokator dan memukul mundur sejumlah perusuh.

Situasi genting itu berawal dari kedatangan salah satu Capres, melakukan kampanye di Kota Ambon. Capres kala itu dikawal ketat aparat keamanan. Saat kampanye berlangsung, Capres yang sedang melambaikan tangan kepada pendukungnya, tiba-tiba diserang orang tak dikenal (OTK).

Pelaku misterius yang secara mendadak keluar dari kerumunan massa, untuk menyerang Capres, berhasil digagalkan dua pengawalnya. OTK tersebut berhasil dilumpuhkan hingga tersungkur ke tanah.

Kejadian itu membuat tim pengawal Capres melakukan pengamanan ketat. Capres dilarikan menuju sebuah mobil anti baja, setelah situasi keributan tak bisa dibendung. Ditengah perjalanan menuju Bandara Pattimura, iring-iringan Capres kembali dihadang. Jalur lintasan diblokade pakai sebuah batang pohon.

Kala itu, mobil Capres dilempari bom, dengan diiringi rentetan tembakan senjata api dari sisi kiri dan kanan jalan. Regu penembak dari Brimob Polda Maluku beraksi melepaskan tembakan balasan guna memukul mundur dan memojokan OTK. Berhasil ditangani, rombongan Capres bergerak menuju Bandara Pattimura dengan aman.

Disisi lain, tim Sabhara dan Brimob Polda Maluku tampak sedang menghadang pengunjuk rasa yang mulai anarkis. Massa melempari aparat keamanan menggunakan benda keras. Anjing pelacak, Water Canon dan tembakan gas air mata dilontarkan untuk memukul mundur massa.

“Teknikal ini untuk menguji rencana operasi pengamanan kita. Mudah mudahan bisa berhasil dalam menghadapi potensi-potensi gangguan yang kemungkinan ribut,” ungkap Wakapolda Maluku, DR. Akhmad Wiyagus kepada wartawan di lokasi simulasi, kemarin.

Selain itu, Sistem Pengamanan (Sispam) Kota juga dilakukan untuk menguji tahapan-tahapan berdasarkan SOP pengamanan dalam melakukan tindakan terhadap sejumlah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang bakal dihadapi, sesuai aturan yang berlaku.

“Tadi kita bisa lihat bersama latihan ini bersinergi antara TNI/Polri dan stakeholder lainnya, ada pemadam kebakaran. Kita tunjukan kepada masyarakat bahwa TNI/Polri dan stakeholder lainnya siap menghadapi dan mengamankan pesta demokrasi 2018-2019,” kata Wiyagus.

Orang nomor 2 Polri di Maluku ini meminta dukungan masyarakat untuk menjaga Kamtibmas. Sebab, menurutnya, tanpa bantuan masyarakat, pihaknya menyadari tidak dapat bisa berbuat apa-apa.

“Kita sudah melihat kedewasaan masyarakat Maluku ketika pelaksanaan pilkada serentak 2018. Syukur Alhamdulillah bisa berjalan kondusif, aman dan pesta demokrasi bisa berjalan dengan sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.

Menurutnya, skenario yang dibuat merupakan wujud kesiapan aparat keamanan dalam resiko yang terjadi dalam bentuk apapun. “Resiko terjelek apapun kita siap mengamankan seluruh rangkaian pemilu 2019. Tentunya ini semua dalam rangka kita menjaga kondusifitas wilayah Maluku. Kita juga menjamin masyarakat bisa menjalankan aktifitasnya secara aman, nyaman dan tentram. Kita siap mengamankan potensi apapun yang bisa mengganggu kamtibmas,” tegasnya.

Selain Wakapolda Maluku, turut hadir dalam kegiatan Simulasi pengamanan pemilu, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto, Ketua KPU Maluku Samsul Rifan Kubangun, Komisioner Bawaslu Astuti dan sejumlah pejabat Maluku lainnya.

(CR1)

Penulis:

Baca Juga