Sekilas Info

Kritikan Fahri Jadi Masukan Bagi Parpol

IST

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Kritikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terhadap anggota parlemen asal Maluku dinilai wajar. Kapasitasnya sebagai pimpinan DPR, menilai kinerja anggota DPR dari berbagai daerah,  terutama dari wilayah Indonesia timur.

“Karena dari NTB sehingga mungkin dalam penilaian beliau terhadap anggota DPR dari Maluku itu memang belum maksimal memperjuangkan berbagai aspirasi dan kepentingan masyarakat Maluku. Dan menurut saya itu hal yang wajar karena,  kapasitas beliau sebagai wakil ketua DPR RI,” kata pengamat politik dari Universitas Pattimura Ambon, Johan Tehuayo Senin (23/7).

Terkait undang-undang Provinsi Kepulauan yang disorot Fahri, menurutnya, bukan  hanya kepentingan Provinsi Maluku, tetapi itu tujuh provinsi yang disebut sebagai provinsi kepulauan. “Tujuh provinsi ini  telah memperjuangkan undang-undang khusus untuk mengatur provinsi kepualan,  tapi UU sampai saat ini belum ditetapkan karena masih dalam proses pembahasan,” jelas magister politik Universitas Gadjah Mada ini.

Sehingga penilaian Fahri dari perspektif politik juga bisa dikatakan tidak relevan karena beberapa provinsi lain yang punya kepentingan. “Provinsi kepulauan dalam konteks ini harus diperjuangkan oleh anggota DPR Maluku memang belum maksimal sampai pada pengesahan UU-nya,” katanya.

Tetapi dalam konteks kepentingan masyarakat kepulauan, perjuangan anggota DPR dan DPD RI dari Maluku itu dilihat dari terakomodirnya DAU yang merepresentasikan aspek wilayah kelautan, meski jumlahnya belum signifikan.

“Dalam DAU melihat wilayah luas laut. Untuk provinsi kepulauan DAU mengalami peningkatan,  itu adalah proses perjuangan dari anggota DPR dari tujuh provinsi ini termasuk dari Maluku,” tukas Tehuayo.

Pernyataan Fahri itu sebagai masukan bagi anggota DPR harus vokal untuk menyuarakan aspirasi rakyat Maluku. Dan juga vokal dalam proses penetapan atau pembahasan UU. “Jadi dalam konteks ini memang  hal yang wajar dan itu bisa dibenarkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ini menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat Maluku dalam memilih anggota DPR untuk pemilu legislatif 2019 mendatang.

Dari empat anggota parleman yang duduk di Senayan diminta memaksimalkan perannya untul lebih getol menyuarakan aspirasi rakyat Maluku. Mereka adalah Edison Betaubun dari Fraksi Golkar, Mercy Barends (PDIP), Rohani Vanath (PKB) dan Amril Tuasikal (Gerindra).

“Ini juga menjadi masukan bagi mereka yang duduk di parleman jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi, partai atau kelompoknya, tapi harus memperjuangan aspirasi masyarakat dan daerah,” ujar dia.

Menurut Tehuayo, kritikan Fahri dapat menjadi masukan bagi partai politik  di Maluku untuk melakukan rekrutmen politik yang selektif terutama merekrut anggota DPR RI dalam masa jabatan lima tahun mendatang.

Rekrutmen politik yang harus dilakukan oleh parpol, lebih khususnya untuk parlemen nasional harus orang-orang  yang punya kapasitas,  kapabilitas dan integritas moral yang memadai,  serta punya komitmen  untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku di pusat. Tidak hanya mengandalkan kekuatan basis politik calon anggota DPR.

Kemudian kepada rakyat Maluku dalam menentukan pilihan politiknya,  terutama dalam memilih parlemen nasional,  diharapkan masyarakat bisa memilih figur yang memiliki kapasitas yang memadai serta kompetensi,  dan pengalaman dalam berpolitik. Sehingga jika terpilih menjadi parlemen nasional mereka akan memiliki kapasitas untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah.

Karena ke depan ada beberapa aspek yang akan diperjuangkan. Pertama, Blok Masela. Itu akan menjadi tugas para wakil rakyat dari Maluku di parlemen nasional,  sebab perjuangan blok Masela adalah demi kepentingan rakyat Maluku. Karena dengan adanya blok Masela ini bisa memberikan konstribusi bagi pendapatan negara maupun daerah,

Kedua, provinsi kepulauan. Dan ketiga dalah proses pemekaran daerah otonomi baru di Maluku. “Saya kira ada banyak aspek yang harus diperjuangkan para parlemen nasional dari Maluku ke depan,” ujar Tehuayo. (MG5)

Penulis:

Baca Juga