KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Darussalam (IKA Unidar) Ambon Tahun 2026 akhirnya ketuk palu.
Bertempat di Kampus Tulehu, Maluku Tengah, seluruh peserta sepakat secara aklamasi memilih Umar Lessy sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031.
Namun, momen ini bukan sekadar tentang siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana ribuan alumni Unidar yang tersebar di berbagai sektor—mulai dari birokrat, politisi, akademisi, pengusaha, hingga jurnalis—bisa kembali “pulang” ke satu rumah yang sama.
Dalam pidato perdananya, Umar Lessy langsung menegaskan hal itu. Baginya, amanah ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan kebersamaan.
Sembari memberi hormat pada kepengurusan lama yang sudah meletakkan fondasi kokoh, Umar mengajak semua alumni untuk menyudahi segala perbedaan selama Mubes dan mulai menatap ke depan.
Umar punya visi yang jelas: ia tidak ingin IKA Unidar terjebak menjadi organisasi seremonial yang hanya muncul saat ada reuni atau acara seremonial belaka.
Ia ingin menyulap organisasi ini menjadi sebuah “Rumah Besar”. Sebuah tempat di mana gagasan dipertemukan, jejaring profesional diperkuat, dan peluang baru dibuka lebar-lebar untuk membawa manfaat nyata bagi almamater serta bumi Maluku.
Untuk mewujudkan mimpi besar itu, Umar sudah menyiapkan cetak biru yang terukur lewat Tujuh Program Prioritas.
Langkah awalnya adalah meruntuhkan sekat antar-angkatan, fakultas, maupun wilayah. Setelah internalnya solid, IKA Unidar akan memperluas jaringan ke dunia usaha dan pemerintah, serta fokus meningkatkan kapasitas alumni lewat pelatihan dan mentoring.
Hubungan dengan kampus pun akan dipererat melalui program beasiswa dan riset, yang semuanya akan ditopang oleh sistem digitalisasi organisasi yang modern.
Menariknya, Umar tidak mau menunda-nunda waktu untuk mengeksekusi rencana ini.
Dalam 100 hari pertama, kepengurusannya akan langsung tancap gas melakukan pendataan alumni berbasis digital, meluncurkan kartu anggota elektronik, hingga membentuk forum Alumni Connect sebagai ruang komunikasi para diaspora.
Jauh ke depan, rencana jangka menengah dan panjangnya bahkan jauh lebih visioner.
Mulai dari pembentukan Unidar Career Center, jaringan pengusaha alumni (Unidar Entrepreneur Network), dana abadi, hingga impian membangun gedung Alumni Center dan melebarkan sayap organisasi ke tingkat internasional.
Di akhir orasinya yang disambut gemuruh tepuk tangan, Umar mengingatkan bahwa semua rencana keren ini tidak akan menjadi apa-apa tanpa keterlibatan aktif semua alumni.
Ia menjanjikan sebuah kepengurusan yang inklusif dan transparan yang bergerak di atas lima nilai utama: integritas, kolaborasi, profesionalisme, inovasi, dan pengabdian.
“Bersama kita kuat. Bersama kita berkarya. Bersama kita mengabdi,” tutup Umar dengan mantap, menandai dimulainya layar yang terkembang bagi IKA Unidar Ambon. (KT)


























