KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ribuan warga Ambon dari pelbagai penjuru hadir di Worship Night, bertajuk: “Biarlah Semua Yang Bernafas MemujiMu,” yang berlangsung, di Lapangan Merdeka, Ambon, Selasa, 29 July 2025, tadi malam. Acara ini dipimpin Pdt Yandi Manobe .
Suasana kekhidmatan dan kemuliaan melanda Lapangan Merdeka Ambon. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena hadir dalam acara tersebut.
Acara dimulai pukul 20.00. WIT, ini tak hanya jadi momentum spiritual, tetapi juga simbol persatuan dan harapan bagi masyarakat Maluku.
Kehadiran Gubernur dan Walikota, kian mengukuhkan makna kebersamaan dalam penyembahan yang lintas batas dan usia itu.
“Ketika semua yang bernafas bersatu untuk memuji Tuhan. Disitulah hadir damai sejahtera yang melampaui segala akal,” ujar Pdt. Yandi Manobe dalam khotbahnya membakar semangat iman umat.
Ia mengajak jemaat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar mengambil bagian dalam perjumpaan pribadi dengan Tuhan lewat pujian.
Acara ini, juga diramaikan deretan penampilan para penyembah dan musisi rohani, seperti Putri Siagian, Beto Habibu, Margi Sipahelut, serta beberapa penyanyi dan tim pujian lainnya dari berbagai gereja lokal.
Lagu-lagu yang dibawakan tak hanya membangkitkan semangat, tetapi juga membawa banyak jemaat menitikkan air mata dalam penyembahan yang dalam.
“Atmosfer Lapangan Merdeka malam ini benar-benar berubah menjadi altar penyembahan terbuka,” kata beberapa warga.
Lampu sorot, layar LED besar, dan tata suara profesional melengkapi suasana yang tak hanya megah secara visual, tetapi juga terasa sakral.
Walikota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Worship Night ini. “Ambon sebagai kota musik dunia bukan hanya dikenal karena lagu, tetapi juga karena suara pujian yang naik kepada Tuhan,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sedangkan, gubernur menyatakan acara seperti ini penting untuk menjaga semangat toleransi, damai, dan cinta kasih di tengah masyarakat Maluku. “Kita perlu terus menjaga irama harmoni dalam kehidupan, seperti dalam sebuah lagu pujian,” kata gubernur.
Worship Night ini diharapkan menjadi titik awal dari gerakan kebangunan rohani yang lebih luas di Maluku, di mana setiap orang tanpa memandang latar belakang diajak memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan nafas.
Malam ini, Ambon tak hanya dikenal sebagai tanah para penyanyi, tetapi juga sebagai tanah yang bernafas pujian bagi Sang Pencipta. (KT)


























