KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-MASOHI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Maluku Tengah (Malteng), mengelar seleksi Paskibraka, berlangsung di Kota Masohi, Kamis, 10 April 2025.
Ivan Rahmat, Asisten III mewakili Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir, membuka acara seleksi tersebut.
Sebanyak, 308 siswa-siswi yang tersebar di Kabupaten Malteng terdaftar dan ikut sebagai peserta seleksi Paskibraka, tahun ini.
Dari hasil seleksi ratusan siswa-siswi ini, sebanyak 77 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. “Nanti, akan dibutuhkan sebanyak 25 orang, yang akan diloloskan,” kata Kepala Kesbangpol Malteng, Nes Noya, pada kesempatan itu.
Dikatakan, test seleksi Paskibraka melalui beberapa tahapan, diantaranya: Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Penilaian Ideologi Pancasila (PIP).
“Tes-tes ini dapat diakses secara daring melalui portal Perisai, yang telah disiapkan,” papar Noya.
Menurutnya, semua tahapan tes dilakukan secara mandiri. “Jadi yang tentukan kelulusan seleksi adalah peserta sendiri.Tidak ada backup pihak manapun. Bila tidak lolos, jangan lakukan lobi,”ingatnya.
Dia menegaskan, tidak ada ruang untuk lobi. “Jangan coba coba lakukan lobi-lobi, bila tidak lolos. Semua hasil seleksi diputuskan pusat,”tegasnya.
Selain itu, dia mengingatkan, peserta yang sakit jangan paksa untuk ikut seleksi dan sebaiknya mundur. “Sebab pengalaman kita ada peserta sampai meninggal dunia, karena paksakan diri,” imbaunya.
TIDAK ADA CALON TITIPAN
Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutan dibacakan Ivan Rahmat mengatakan Paskibraka tidak hanya soal tugas mengibarkan bendera.
“Lebih dari itu, mereka simbol generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan berjiwa nasionalis,” ujarnya.
Karena itu, sambung Bupati, proses seleksi dirancang untuk menggali potensi kepemimpinan dan karakter peserta secara menyeluruh.
“Kami berharap calon Paskibraka terpilih mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” imbaunya.
Peserta yang lolos seleksi akan jalani pelatihan intensif jelang upacara HUT RI ke-80. 17 Agustus 2025 mendatang.
Bupati menegaskan proses seleksi tahun ini harus berlangsung objektif, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
“Tidak ada calon titipan. Semua peserta punya kesempatan yang sama. Yang terpilih adalah yang terbaik berdasarkan hasil seleksi, dan merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Maluku Tengah yang akan mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Maluku Tengah dan kebanggan bagi orang tua,” tandasnya.(KTS)


























