Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Ratusan Warga Kota Ambon Tidur Beratapkan Langit

badge-check


Ratusan Warga Kota Ambon Tidur Beratapkan Langit Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Hanya terdapat dua tenda besar bantuan dari kementerian sosial RI. Dua tenda itu tidak mampu menampung ratusan warga Kota Ambon yang memilih mengungsi pasca gempa 6.8 SR, Kamis (26/9) pagi.

Pantauan Kabar Timur di Lapangan Hatu Kau, Desa Batu Merah Puncak, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat dini hari (27/9), para pengungsi tampak tidur, hanya beralaskan terpal ataupun tikar.

Ada dua tenda berwarna biru tertulis Kementerian Sosial RI. Hanya dua ukurannya besar yang terpasang di ujung Barat dan Timur lapangan sepak bola tersebut.

Selain tenda itu, terdapat satu tenda tentara, dan tenda gunung yang hanya berisi 2-5 orang saja. Tapi ditengah lapangan, ratusan pengungsi lainnya hanya beratapkan langit.

Anak-anak kecil terlihat lelap setelah dibungkus selimut. Para istri tampak berada di samping anaknya. Posisi tidur mereka seakan tak mampu menahan dingin. Sementara para suami, hanya bisa bertugas sebagai “satpam”.

Lebih menyedihkan, mereka harus bergegas bangun sambil mengangkat anak-anak, barang bawaan dan berlari keluar lapangan untuk mencari tempat teduh, setelah turun hujan.

“Mau bagaimana lai. Kalau ada tenda ya syukur, kalau tidak ada pun tidak apa-apa. Yang penting beta deng keluarga selamat kalau terjadi tsunami,” kata salah satu warga Ongko Liong kepada Kabar Timur. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Trending di Maluku