Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Pemprov Maluku Perkuat Peran Gereja

badge-check


Pemprov Maluku Perkuat Peran Gereja Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat peran gereja agar semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam pembangunan manusia yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan pelayanan.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Minggu menegaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam membentuk karakter, etos kerja, dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri ibadah Minggu sekaligus prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang, Ambon.

“Kita perlu melihat gereja bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat. Di sinilah nilai-nilai kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian sosial dibentuk,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki moral yang baik, serta mampu hidup dalam harmoni sosial.

Menurut dia, gereja memiliki peran penting dalam membangun manusia Maluku yang tangguh melalui pelayanan rohani, pendidikan karakter, serta pendampingan sosial bagi jemaat.

Berkaitan dengan hal itu, kehadiran pemerintah, kata dia, hanya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kehidupan bergereja sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran gereja di tengah perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, di tengah kemajuan tersebut, kehadiran gereja dan pendeta tetap dibutuhkan sebagai pembimbing moral dan spiritual yang mampu memberikan sentuhan kemanusiaan secara langsung.

“Teknologi bisa membantu banyak hal, tetapi tidak bisa menggantikan peran pendampingan manusiawi. Di sinilah gereja harus hadir dan aktif,” katanya.

Disamping itu, berkaitan dengan pembangunan Pastori Gereja, Gubernur Lewerissa menekankan bahwa pembangunan gereja, termasuk pastori, harus dimaknai lebih luas sebagai pembangunan pusat pelayanan umat.

“Pastori bukan sekadar tempat tinggal pendeta, tetapi juga menjadi ruang pelayanan, tempat konseling, serta pusat pembinaan jemaat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengumpulan dana pembangunan harus dilakukan dengan cara-cara yang mencerminkan nilai-nilai rohani dan semangat pelayanan. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

“Opresi” Lewat Jalur Pusat  Kasus  Korupsi UP3 Tanimbar Potensi Kandas

4 Mei 2026 - 00:16 WIT

Ombudsman Pelototi Layanan Haji Maluku

3 Mei 2026 - 23:56 WIT

Maluku Sambut Program “Bola Gembira”Sajikan Piala Dunia Merakyat

3 Mei 2026 - 23:44 WIT

BI Maluku Jamin Ketersediaan Uang Rupiah Layak Edar di Wilayah 3T

30 April 2026 - 20:49 WIT

Ketum Golkar Perintah Musda Golkar Kota Ambon Tunda

30 April 2026 - 13:51 WIT

Trending di Amboina