Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Internasional

Diroket  Hizbullah, Salah Satu Anak Menteri Kabinet Netanyahu Anti-Islam Jadi Korban

badge-check


Roket Hizbullah Perbesar

Roket Hizbullah

KABARTIMURNEWS.COM.BEIRUT- Delapan tentara IDF terluka, lima di antaranya serius, dalam serangan roket Hizbullah di Israel utara pada Jumat. Roket tersebut menghantam posisi tentara di dekat perbatasan Lebanon-Israel.

The Times of Israel melansir, para prajurit bertugas di unit elite IDF, Brigade Givati. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Lima orang berada dalam kondisi serius dan tiga lainnya luka ringan, kata pihak militer. Di antara mereka yang terluka ringan akibat serangan roket itu adalah putra Menteri Keuangan Betzalel Smotrich, kata kantor menteri.

Smotrich adalah salah satu menteri kabinet Benjamin Netanyahu yang paling kerap menebar kebencian terhadap warga Palestina dan Muslim. Ia berulang kali mendorong pemusnahan Palestina dan perluasan wilayah Israel. Ia juga mendorong panghancuran Masjid al-Aqsa untuk dijadikan kuil Yahudi.

Serangan Hizbullah ke Israel belakangan kembali gencar sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel ke Iran. Kelompok tersebut memang selama ini menjadi sekutu Iran di kawasan.

Jumat pagi, merujuk Almayadeen, media militer Hizbullah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pemukim di wilayah utara Palestina yang diduduki untuk mengosongkan semua pemukiman yang terletak dalam jarak lima kilometer dari garis perbatasan, memperingatkan bahwa agresi pendudukan Israel terhadap Lebanon, termasuk serangan terhadap warga sipil, penghancuran infrastruktur, dan pengungsian massal, tidak akan dibiarkan begitu saja.

Saat fajar, Hizbullah melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan salvo roket dan peluru artileri terhadap posisi tentara Israel dan konsentrasi pasukan di pemukiman Metula, Manara, Marj, dan Givat HaEgel, serta barak Yiftah di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina.

Pejuang perlawanan juga menyerang posisi dan konsentrasi pasukan Israel di Wadi al-Asafir dan Talat al-Hamamis di kota al-Khiam, gerbang Kfar Kila, pos terdepan Israel yang baru didirikan di kota Markaba di dalam wilayah Lebanon, diserang untuk ketiga kalinya, dan posisi Ruwaysat al-Alam di perbukitan Kfar Shuba yang diduduki Lebanon.

Operasi terpisah menargetkan barisan kendaraan militer Israel yang bergerak dari Wadi al-Asafir menuju lingkungan selatan al-Khiam. Perlawanan melaporkan serangan langsung, memaksa kendaraan mundur. Situs al-Malikiya juga diserang dengan serangan rudal saat fajar.

Tak lama, para pejuang perlawanan menargetkan kumpulan kendaraan pendudukan di sebuah lokasi militer Israel yang baru didirikan di kota Markaba, menandai yang pertama dari serangkaian serangan terhadap posisi tersebut sepanjang hari.

Peringatan tersebut menyusul ancaman pengungsi Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikeluarkan pada hari Kamis terhadap seluruh lingkungan di pinggiran selatan Beirut, termasuk Bourj el-Barajneh, Hadath, Haret Hreik, dan Chiyah, yang merupakan rumah bagi ratusan ribu warga sipil.

Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara di Beirut pada Kamis malam dan Jumat pagi. Menurut IDF, serangan semalam menghantam 10 gedung bertingkat yang digunakan oleh Hizbullah di pinggiran Dahiyeh, Beirut, yang merupakan basis Hizbullah.

Bangunan-bangunan tersebut, termasuk gudang drone dan markas besar dewan eksekutif Hizbullah, “dimaksudkan untuk digunakan oleh Hizbullah untuk maju dan melakukan berbagai serangan terhadap pasukan IDF dan Negara Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Serangan IDF di Beirut didahului dengan perintah evakuasi massal bagi penduduk di empat lingkungan utama Dahiyeh. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada hari Jumat memperingatkan bahwa pengungsian tersebut berisiko menimbulkan “bencana kemanusiaan.”

PBB mengatakan perintah evakuasi menyeluruh Israel menimbulkan “keprihatinan serius” berdasarkan hukum internasional. Israel mengatakan evakuasi tersebut dimaksudkan untuk mencegah kerugian terhadap warga sipil karena mereka menargetkan infrastruktur teror.

Hizbullah, pada bagiannya, mengeluarkan peringatan evakuasinya sendiri ke kota-kota Israel di dekat perbatasan dengan Lebanon pada hari Jumat, tampaknya sebagai tanggapan sinis terhadap perintah evakuasi Dahiyeh Israel. Israel mengatakan pihaknya tidak mengevakuasi kota-kota di wilayah utara Israel, dan malah melancarkan serangan darat dan udara yang bertujuan untuk mengusir Hizbullah dari perbatasan.

Dan tidak seperti ratusan ribu orang yang menjawab seruan Israel untuk meninggalkan Lebanon, hanya ada sedikit bukti adanya pengungsian massal dari Israel utara, meskipun ada peningkatan serangan roket dari Lebanon.

Sementara itu, media pemerintah Lebanon melaporkan pada hari Jumat bahwa Israel menyerang sebuah bangunan di jalan raya utama di kota pesisir selatan Sidon tanpa peringatan sebelumnya. IDF belum mengomentari laporan tersebut.

Serangan itu menargetkan lantai 10 sebuah gedung perkantoran di dekat dua tempat penampungan bagi para pengungsi. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya lima orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Setidaknya 123 orang meninggal dan 683 luka-luka dalam serangan udara Israel di Lebanon setelah Hizbullah terlibat dalam konflik regional awal pekan ini, menurut kementerian tersebut. (ROL)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Indonesia Kutuk Langkah Zionis Israel Tutup Masjid Al-Aqsa di Bulan Ramadhan

12 Maret 2026 - 17:13 WIT

AS dan Israel Gunakan 3.000 Amunisi Dalam 36 jam Pertama Serangan Iran

7 Maret 2026 - 00:01 WIT

Kebohongan Presiden Trump Serang Iran Terbongkar

6 Maret 2026 - 15:43 WIT

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Telepon Presiden Turki Erdogan 

6 Maret 2026 - 14:57 WIT

Iran Tuduh AS Bahayakan Pelayaran

6 Maret 2026 - 14:45 WIT

Trending di Internasional