KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- PT Pelni Cabang Ambon memastikan akan mengganti kerugian warga akibat insiden KM Sabuk Nusantara 106 yang menabrak rumah dan perahu nelayan di Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4).
Kepala PT Pelni Cabang Ambon Ridwan Mandaliku di Ambon, Selasa, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut.
“Pelni memastikan akan mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan oleh Kapal Sabuk Nusantara 106 yang menabrak rumah milik warga dan beberapa long boat milik nelayan. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan kepastian dan kenyamanan di tengah masyarakat yang terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk menangani dampak insiden sekaligus menelusuri penyebab kejadian. “Waktu kejadian kami langsung gerak cepat koordinasi dengan tim Pelni di lapangan. Saat ini kami masih menelusuri apa penyebabnya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil konfirmasi sementara, insiden tersebut menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. “Dampaknya hanya satu rumah warga yang terdampak berupa jebol dan mengalami rusak parah, sementara penyebabnya masih kami telusuri,” kata dia.
Selain itu, insiden juga merusak sejumlah long boat dan satu unit mesin ketinting milik nelayan, serta dua kamar penginapan di kawasan pantai setempat.
Ridwan menambahkan pihaknya telah menemui keluarga terdampak untuk mendata dan merinci kerugian sebagai dasar proses penggantian. “Untuk keluarga yang terdampak ini kami sudah menemui pihak keluarga untuk merincikan kerugiannya,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut,” katanya. Insiden terjadi sekitar pukul 09.45 WIT saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Banda Neira usai berlayar dari Pelabuhan Amahai, Pulau Seram.
Berdasarkan keterangan polisi, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta, dengan dugaan sementara dipicu gangguan pada mesin kapal, khususnya sistem pengendali throttle mesin kanan. (AN/KT)


























