KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku menyantuni anak yatim piatu pada perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026 dengan menyalurkan bantuan sembako kepada dua panti asuhan di Kota Ambon sebagai wujud kepedulian sosial dan pengamalan nilai kebajikan.
Ketua Permabudhi Maluku, Alin Tjoa, di Ambon, Selasa, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek yang dimaknai sebagai momentum menebar harapan baru dan mempererat persaudaraan lintas umat.
“Imlek adalah tahun baru atau awal musim semi. Dari sini melambangkan harapan baru. Musim semi mengajarkan kita tentang harapan untuk hidup yang lebih baik,” katanya.
Bantuan disalurkan kepada Panti Asuhan Pelita Kasih dan Panti Asuhan Maria Medriatrix. Masing-masing panti menerima 250 kilogram beras serta berbagai bahan kebutuhan pokok sesuai permintaan dan kebutuhan mereka, seperti gula, minyak goreng, mi instan, telur, serta perlengkapan kebutuhan harian lainnya.
Dirinya menjelaskan, sebelum penyaluran bantuan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola panti untuk mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan anak-anak asuh.
“Kami memberikan beras masing-masing 250 kilogram untuk setiap panti, ditambah bahan pokok dan kebutuhan lainnya sesuai daftar yang mereka sampaikan. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang prasejahtera,” ujarnya.
Selain penyerahan bantuan sosial, Permabudhi Maluku juga melaksanakan aksi bersih lingkungan, penanaman pohon, serta pelepasan satwa sebagai simbol cinta lingkungan dan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup.
Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai budaya Tionghoa yang lekat dengan perayaan Imlek, di mana warna merah melambangkan kebahagiaan dan lampion melambangkan cahaya atau penerang kehidupan.
“Artinya kami hadir untuk menjadi penerang. Sesuai budaya Tionghoa, pada momen Imlek kami wajib berbuat baik,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan sosial dan aksi lingkungan tersebut, Permabudhi Maluku ingin menunjukkan bahwa perayaan Imlek bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk berbagi kasih, memperkuat solidaritas, serta menebarkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.
“Kami berharap kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak panti dan menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama dan lingkungan,” kata dia. (AN/KT)