Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

KABAR ARU

Perkuat Pelayanan Publik, 183 PPPK Tahap II Pemkab Aru Resmi Dilantik

badge-check


					Prosesi pengambilan sumpah dan janji serta penyerahan Keputusan Pengangkatan secara simbolis ini berlangsung khidmat, di Aula Kantor Bupati Aru, Selasa, 10 Februari 2026. Perbesar

Prosesi pengambilan sumpah dan janji serta penyerahan Keputusan Pengangkatan secara simbolis ini berlangsung khidmat, di Aula Kantor Bupati Aru, Selasa, 10 Februari 2026.

KABARTIMURNEWS.COM.DOBO-Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Kepulauan Aru resmi mengukuhkan 183 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II formasi tahun 2024.

Prosesi pengambilan sumpah dan janji serta penyerahan Keputusan Pengangkatan secara simbolis ini berlangsung khidmat, menandai babak baru pengabdian bagi para aparatur yang sebelumnya merupakan tenaga Non-ASN.

Sebanyak 183 pegawai yang dilantik merupakan hasil penataan tenaga Non-ASN yang tersebar di berbagai sektor vital pelayanan publik. Adapun rincian formasinya terdiri dari: 130 Tenaga Teknis, 41 Tenaga Guru dan 12 Tenaga Kesehatan.

 

Kehadiran para PPPK ini diharapkan menjadi darah segar bagi birokrasi di “Bumi Jargaria”, khususnya dalam mendukung visi besar daerah periode 2025-2029: “Aru yang Maju, Mandiri, dan Harmonis Berbasis Ekosistem Ekonomi Laut Arafura.”

Bupati Kep. Aru, Timotius Kaidel dalam sambutannya menegaskan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar untuk mencari nafkah, melainkan sebuah amanah yang menuntut profesionalisme tinggi.

“Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, setiap pegawai wajib memahami tugas pokok dan fungsinya dengan integritas tanpa batas,” kata Bupati saat pengukuhan yang berlangsung di Kantor Bupati Aru, Selasa, 10 Februari 2026.

Bupati menekan lima instruksi penting kepada para PPPK yang baru dilantik itu, diantaranya: Pertama segera bertugas, pegawai yang ditempatkan di kecamatan dan desa diinstruksikan segera kembali ke pos pelayanan. Pengawasan disiplin ketat akan diberlakukan baik di pelosok maupun di Kota Dobo.

Kedua peningkatan kompetensi: Terus mengasah kemampuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ketiga etika dan moral: menjaga marwah ASN dengan menjauhi miras, narkoba, judi, praktik asusila, serta menghindari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Selanjutnya, kata Bupati netralitas dan persatuan: Hilangkan paham primordial dan politik praktis. ASN diminta menjadi perekat persatuan di bawah satu komando kepemimpinan daerah.

Dan, kelima,  role model hidup sehat: Menjadi contoh pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk menyatukan kekuatan demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera. “Daerah ini adalah milik kita bersama. Mari kita satukan kekuatan dalam satu perahu untuk bersama mendayung dengan satu nakhoda menuju kemajuan,” ajak Bupati. Sambutan ditutup dengan penuh semangat melalui sebuah pantun yang menggugah jiwa pengabdian: “Bunga cengkeh, bunga pala… Semangat mengabdi terus menyala.”tutup Bupati dalam sambutan itu. (KT)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Setahun Memimpin Aru Surplus Dari 11 Juta Jadi 60 Miliar

24 Februari 2026 - 03:39 WIT

Membongkar Skandal Korupsi Dana Hibah Aru, Rp 80 Miliar

22 Februari 2026 - 06:47 WIT

SAR Evakuasi Sembilan Penumpang Kapal Mati Mesin di Kepulauan Aru

19 Februari 2026 - 21:12 WIT

Skandal Hibah Rp 80 Miliar, Polres Aru Periksa 100 Saksi, Aroma Korupsi Menguat

7 Februari 2026 - 03:37 WIT

Pemkab Aru Sabet Predikat “Istimewa”

6 Februari 2026 - 00:43 WIT

Trending di KABAR ARU