KABARTIMURNEWS.COM.PALU-Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi menyusul kericuhan yang terjadi di Afdeling Kilo PT Lestari Tani Teladan (LTT), Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Jumat (6/1).
Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah warga dan karyawan perusahaan mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Sabtu, menyampaikan keprihatinannya atas insiden fisik yang terjadi akibat sengketa lahan tersebut.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden fisik yang menyebabkan jatuhnya korban luka, baik dari pihak warga maupun karyawan perusahaan. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya Aliansi Masyarakat Desa Towiora dan pihak PT LTT, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini personel Polres Donggala telah berada di lokasi kejadian guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Selain itu, Polda Sulteng juga telah menyiagakan personel cadangan dari Satuan Brimob dan Samapta sebagai langkah antisipasi apabila terjadi eskalasi.
Djoko menegaskan bahwa penanganan terhadap para korban menjadi perhatian utama kepolisian. Menurut dia, seluruh korban luka, baik dari pihak warga maupun perusahaan, dipastikan mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Kami tegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Polda Sulteng tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan anarkis yang melanggar hukum,” katanya
Menurut Djoko, sengketa lahan merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan melalui kekerasan. Oleh karena itu, pihak kepolisian mendorong penyelesaian melalui mekanisme dialog dan jalur administratif.
Ia menyebut Kapolres Donggala telah melakukan koordinasi intensif dengan Bupati Donggala serta Satgas PKA (Penanganan Konflik Agraria) untuk mempercepat proses mediasi
“Kami menilai sengketa lahan harus diselesaikan melalui jalur dialog dan administrasi, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.
Kabidhumas Polda Sulteng itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Ia turut mengimbau para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk berperan aktif menenangkan massa serta mengajak warga kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Donggala dan perbatasan Pasangkayu. (AN/KT)